Udara Buruk di Pekanbaru, Libur Sekolah Diperpanjang

CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 07:25 WIB
Udara Buruk di Pekanbaru, Libur Sekolah Diperpanjang Ilustrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Riau, kembali memperpanjang libur sekolah selama dua hari pada Senin (16/9) dan Selasa (17/9), mengingat kualitas udara di kota itu masih buruk akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Hasil rapat tim posko darurat asap Minggu sore, semua jenjang sekolah hingga universitas masih diliburkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal di Pekanbaru, dikutip Antara.

Sebelumnya, libur sekolah sudah diberlakukan sejak Selasa (10/9) pekan lalu. Selama masa libur, orang tua murid diimbau memperhatikan anak-anaknya agar tidak bermain di luar ruangan. Anak-anak diminta fokus mengerjakan tugas di rumah.
"Tadi kami rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Pekanbaru, di Posko Induk Damkar Jalan Cempaka," ujar Abdul Jamal.


Ia mengatakan edaran tentang libur sekolah sudah disebar melalui pesan singkat melalui ponsel ke seluruh kepala sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

"Pesan ini bisa langsung cepat menyebar kepada guru, dan diteruskan ke para orangtua murid. Bahkan informasi libur sudah sampai ke beberapa grup media sosial," tuturnya.

Keputusan libur tersebut, kata dia, akan dievaluasi jika sewaktu-waktu kualitas udara Pekanbaru membaik, dan murid kembali bersekolah.
"Kita berharap hujan akan turun dan bisa memadamkan api, sehingga menyegarkan udara Pekanbaru dan siswa kembali belajar seperti biasa," katanya.

Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mencatat kualitas udara sampai Minggu pukul 15.00 WIB, masih pada level tidak sehat dengan angka ISPU 139.

Sebelumnya diberitakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa 5.809 personel disiagakan guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau.

"Untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut tersebut disiagakan personel sebanyak 5.809 orang," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan pers.

Pada sepekan lalu, kata dia, terdeteksi 27 titik api di Riau. Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang satu kilometer pukul 07.00 WIB dan 2,2 km pada pukul 10.00 WIB.

[Gambas:Video CNN] (Antara/pmg)