FOTO: Tercekik Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan

Antara Foto,, CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 12:22 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan hanya membuat sekolah diliburkan dan jarak pandang terbatas, asap kebakaran hutan juga mengancam jiwa penduduk Sumatera dan Kalimantan.

Petugas BPBD Kalsel bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di kawasan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sejak sebulan terakhir rakyat Kalimantan diserbu oleh kabut asap dari kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Warga melihat kebakaran lahan gambut dari balik jendela rumah di desa Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (14/9). Kebakaran lahan gambut di kawasan tersebut mengakibatkan satu tempat usaha warga dan sebagian dinding rumah warga ikut terbakar. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Warga menggunakan masker saat berada di objek wisata bantaran Sungai Kahayan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Karena kebakaran hutan, aktivitas masyarakat terganggu dan sekolah pun diliburkan. (ANTARA FOTO/Rendhik Andika)
Warga bersepeda menggunakan masker pelindung pernapasan ketika melintas di jalan Ahmad Yani di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (15/9). Selain mengganggu pernapasan, kabut asap juga membuat jarak pandang terbatas. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Sejumlah pemancing menggunakan masker saat memancing di tengah kabut di Tepian Kayan, Tanjung Selor, Kaltara, Minggu (15/09). Kabut asap dari kebakaran hutan membawa partikel-partikel halus, sehingga tak bisa dihalau menggunakan masker biasa, tapi setidaknya masker N-95. (ANTARA FOTO/Iskandar Zulkarnen)
Plang larangan membakar berdiri di lokasi kebakaran lahan gambut milik salah satu perusahaan di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi. BNPB menyatakan titik api di lokasi karhutla berada di luar kawasan konsesi sawit atau konsesi hutan industri. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Diduga terdapat unsur kesengajaan dalam pola karhutla yang terjadi. Hal ini diungkapkan oleh Kapolri Tito Karnavian usai mengunjungi lokasi Karhutla. (11/9/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Pengemudi kapal cepat menyusuri Sungai Batanghari yang diselimuti kabut asap di Simpang, Berbak, Tanjungjabung Timur, Jambi. Hingga Senin (16/9) karhutla telah menghanguskan total 328.724 ha di seluruh Indonesia, terhitung sejak Januari-Agustus, dengan total 2.583 tiitk panas. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Sejumlah siswa menaiki kapal motor menembus kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sungai Ogan, Palembang, Sumatera Selatan. Pemkot Palembang mengeluarkan surat edaran berisi perubahan jam belajar bagi siswa untuk mengantisipasi asap akibat kebakaran lahan. (ANTARA FOTO/Mushaful Imam)
Seorang anak menembus asap kebakaran lahan yang merambat ke kebun karet di Desa Soak Batok, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (10/9). Hingga Senin ini tercatat 472 titik api di kawasan Sumatera Selatan. (ANTARA FOTO/Mushaful Imam)
Wisatawan berjalan di Pantai Pulai Bungkuk Mundam yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan di Dumai, Riau, Minggu (15/9). Asap kebakaran hutan ini bisa menyebabkan ISPA dengan kelompok masyarakat yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, dan wanita hamil. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Petugas Ditjen KLHK berjalan usai menyegel lahan perusahaan asal Malaysia PT Adei Plantation and Industry di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (13/9). Selain menyegel 3 perusahaan Malaysia, KLHK juga menutup 42 lahan perusahaan yang diduga terlibat Karhutla. (ANTARA FOTO/Hadly Vavaldi)
Dua patung di Monumen Perjuangan Rakyat Riau bermasker medis saat kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (14/9). Di Pekanbaru sendiri libur sekolah diperpanjang hingga dua hari ke depan karena kondisi udara yang semakin memburuk. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Seorang warga mengenakan kostum superhero membantu petugas BPBD Riau dan TNI Kodim 0313 Kampar saat memadamkan kebakaran lahan gambut di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (12/9/2019). Singapura dan Malaysia juga telah menawarkan bantuan untuk memadamkan karhutla. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Tim Medis TNI memberikan oksigen kepada anak yang mengalami gangguan pada pernapasan akibat kabut asap di posko kesehatan Kodim 0301 Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). Balita sendiri rentan terkena dampak kabut asap karena sistem pernapasan yang belum berkembang sempurna. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)