Hal itu Jokowi sampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 HIPMI, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9). Jokowi menyebut peluang untuk melahirkan konglomerat baru terbuka lebar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu apakah masih dalam proses seleksi atau dalam proses yang lainnya," ujarnya.
Presiden juga pernah menerima pengurus KADIN dan HIPMI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
"Saya yakin akan banyak sekali investasi yang akan masuk. Jadikan mereka mitra. Jadikan mereka partner," tuturnya.
Presiden terpilih itu juga mengingatkan agar para pengusaha muda tak hanya bergantung pada proyek-proyek yang dibiayai APBN ataupun APBD. Menurutnya, seluruh peluang proyek yang ada di Indonesia ini perlu diambil oleh para pengusaha muda.
Sebelumnya, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia meminta Presiden Jokowi membantu pengusaha muda dari Aceh sampai Papua untuk naik kelas. Menurutnya, sejak reformasi 1998 lalu para konglomerat belum banyak berganti sampai tahun ini.
"Kami tidak bermaksud konglomerat yang sekarang untuk kita musuhi, tidak boleh, siapa pun dia, dari suku manapun dia, tetap yang kuat tetap kita perkuat tapi yang masih di bawah ini kita naikan agar bisa berkolaborasi dengan baik," kata Bahlil.
Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus) |
"Saya mohon maaf dengan segala hormat, dari lubuk hati yang paling dalam, tidak ada konglomerat yang hebat tanpa intervensi pemerintah," tuturnya.
(fra/arh)
Presiden juga pernah menerima pengurus KADIN dan HIPMI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6). (
Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia. (