Jokowi Sebut Pemerintah Perlu Turun Tangan Cetak Konglomerat

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 02:32 WIB
Jokowi Sebut Pemerintah Perlu Turun Tangan Cetak Konglomerat Presiden Jokowi menyebut pemerintah perlu ikut turun tangan membuka jalan untuk kelahiran konglomerat baru. (Biro Pers Sekretariat Presiden / Laily Rachev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan perlu muncul konglomerat-konglomerat baru di Indonesia. Ia mengatakan pemerintah perlu turun tangan membuka jalan kepada pengusaha muda untuk menjadi konglomerat baru.

Hal itu Jokowi sampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 HIPMI, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9). Jokowi menyebut peluang untuk melahirkan konglomerat baru terbuka lebar.

"Pemerintah perlu turun tangan memberikan jalan, memberikan peluang-peluang yang ada kepada mereka (untuk menjadi konglomerat baru)," kata Jokowi.


Jokowi menyatakan tiga tahun lalu dirinya sudah meminta kepada HIPMI dan KADIN untuk menyiapkan 20 nama pengusaha muda kepada pemerintah. Namun, sampai hari ini Jokowi mengaku belum menerima 20 nama yang diminta.

"Saya tidak tahu apakah masih dalam proses seleksi atau dalam proses yang lainnya," ujarnya.

Presiden juga pernah menerima pengurus KADIN dan HIPMI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6).Presiden juga pernah menerima pengurus KADIN dan HIPMI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Mantan wali kota Solo itu menyebut salah satu kelemahan pengusaha muda adalah sulit dan enggan untuk bermitra dengan pihak lain. Padahal, kata Jokowi, saat ini kesempatan besar para pengusaha, termasuk pengusaha muda mendapatkan mitra.

"Saya yakin akan banyak sekali investasi yang akan masuk. Jadikan mereka mitra. Jadikan mereka partner," tuturnya.

Presiden terpilih itu juga mengingatkan agar para pengusaha muda tak hanya bergantung pada proyek-proyek yang dibiayai APBN ataupun APBD. Menurutnya, seluruh peluang proyek yang ada di Indonesia ini perlu diambil oleh para pengusaha muda.

"Tetapi bidang-bidang yang di luar itu juga perlu dimasuki agar tidak dimasuki oleh pengusaha-pengusaha dari luar yang masuk ke Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia meminta Presiden Jokowi membantu pengusaha muda dari Aceh sampai Papua untuk naik kelas. Menurutnya, sejak reformasi 1998 lalu para konglomerat belum banyak berganti sampai tahun ini.

"Kami tidak bermaksud konglomerat yang sekarang untuk kita musuhi, tidak boleh, siapa pun dia, dari suku manapun dia, tetap yang kuat tetap kita perkuat tapi yang masih di bawah ini kita naikan agar bisa berkolaborasi dengan baik," kata Bahlil.

Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia.Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Bahlil menyatakan bahwa konglomerat yang muncul selama ini karena berkat bantuan dan intervensi pemerintah. Menurutnya, intervensi pemerintah ini tentu masih dalam koridor dan landasan hukum yang jelas.

"Saya mohon maaf dengan segala hormat, dari lubuk hati yang paling dalam, tidak ada konglomerat yang hebat tanpa intervensi pemerintah," tuturnya.

(fra/arh)