Ngabalin: Imam Nahrawi Otomatis Mundur Usai Jadi Tersangka

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 18:39 WIB
Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin menyatakan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK maka Imam Nahrawi otomatis mundur dari jabatannya. enaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan secara otomatis Imam Nahrawi harus mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Imam sebagai tersangka suap terkait pemberian dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2018.

"Iya secara otomatis [mundur sebagai menteri]. Diminta tidak diminta secara otomatis itu," kata Ngabalin saat dikonfirmasi, Rabu (18/9).


Ngabalin mengaku belum tahu apakah Imam sendiri menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, Ngabalin juga belum bisa memastikan apakah Jokowi akan langsung melakukan perombakan kabinet untuk menggantikan Imam.

"Kalau itu [perombakan kabinet] tentu menjadi hak prerogatif presiden seperti apa nanti tentu Bapak Presiden yang memiliki kewenangan terkait dengan penetapan tersangka Pak Imam Nahrawi," ujarnya.

Lebih lanjut, Ngabalin menegaskan penetapan Imam sebagai tersangka itu membuktikan Jokowi tak mengintervensi penegakan hukum yang tengah dilakukan KPK. Ia juga menyebut siapapun tak bisa mengintervensi KPK.

"Ini sebagai bukti bahwa pemerintah atau Bapak Presiden tidak mengintervensi kerja-kerja yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, itu satu," tuturnya.

Dalam kasus ini, selain Imam KPK juga menetapkan asisten pribadi menpora, Miftahul Ulum sebagai tersangka.

Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima uang sebesar Rp26,5 miliar sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora.

[Gambas:Video CNN] (fra/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK