BMKG Aceh Sebut Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 04:22 WIB
BMKG Aceh Sebut Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan Ilustrasi paparan kabut asap yang mengganggu penerbangan. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebut kabut asap sudah mulai menyelimuti berbagai daerah di provinsi paling barat Indonesia. Asap bahkan dilaporkan juga mulai menggangu penerbangan.

"Dalam analisis kami kabut yang menyelimuti sebagian wilayah Aceh kami duga kemungkinan adalah kabut asap yang terbawa angin dari Karhutla yang terjadi propinsi lain di Sumatra," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad, Kamis (19/9) dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, bila diperhatikan dari peta sebaran asap yang dikeluarkan BMKG Pusat (17/9) lalu, ditandai dengan garis berwarna merah bahwa sebaran asap sudah mulai dekat dengan Aceh.


"Dan juga kita kaitkan dengan peta titik panas dalam beberapa hari terakhir bahwa tidak terdeteksi titik panas di wilayah Aceh," katanya.

Menurut dia, berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa beberapa kabupaten/kota di Aceh sudah mulai terpapar kabut asap seperti di Aceh Tamiang, Aceh Timur,

Langsa, Aceh Utara, Lhokseumawe dan Bireuen. Bahkan kabut asap itu mulai mengganggu proses penerbangan.

"Begitu juga setelah kami chek ke Stasiun Meteorologi (BMKG) Malikussaleh Lhokseumawe, jarak pandang berkisar antara 2-4 kilometer. Khusus untuk penerbangan lapangan terbang Malikussaleh sudah mulai terganggu, kalau di daerah lain belum," katanya.

Kemudian, dia menjelaskan kabut asap tersebut masih bertahan karena di daerah yang terkena imbas asap tersebut belum turun hujan dan juga angin yang relatif tenang atau angin calm.
"Di samping itu dengan memperhatikan peta sebaran asap yang ter-update pagi ini tidak mengarah ke propinsi Aceh, maka dapat kami pastikan sampai dengan hari ini tidak ada penambahan asupan asap ke daerah kita," katanya.

BMKG mengimbau kepada masyarakat bila beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker. Jika berkendaraan khususnya roda dua maka untuk memakai helm atau kacamata serta memperbanyak minum air.
[Gambas:Video CNN] (ain)