TNI Bersihkan Teluk Ambon, Ratusan Karung Sampah Terkumpul

CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 02:10 WIB
TNI Bersihkan Teluk Ambon, Ratusan Karung Sampah Terkumpul Ilustrasi bersih-bersih pantai. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 14 ribu orang ikut serta dalam 'Aksi Mangente Bersih Laut dan Pesisir Pantai' yang berlangsung di garis Pantai Teluk Ambon, tepatnya di bawah jembatan Merah Putih, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (20/9).

'Mangente' memiliki arti bersama-sama menjadi aksi kolaborasi yang melibatkan banyak kalangan, mulai dari masyarakat setempat, turis mancanegara, penyelam profesional, TNI, hingga aparatur pemerintah.

Dalam aksi peduli lingkungan ini, ratusan karung berisi sampah berhasil dikumpulkan dari tepi pantai dan dasar laut Teluk Ambon. Sampah dari dasar laut dikumpulkan oleh 40 penyelam setelah 'menyisir' sampah di kedalaman 15 meter. Sampah-sampah tersebut didominasi oleh plastik botol minum dan wadah makanan. Sampah lalu diangkut oleh Dinas Kebersihan Kota Ambon menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).


Acara yang terselenggara sebagai bagian dari peringatan HUT ke-74 TNI ini diikuti oleh Kodam XVI/Pattimura, kesatuan TNI matra laut dan udara, Polri, lembaga pendidikan, LSM Pecinta Laut, serta pelajar yang tergabung dalam Gerakan Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik.

Gubernur Provinsi Maluku Murad Ismail, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, jajaran Pemkot Ambon, juga ikut serta dalam membersihkan pantai.

"Upaya untuk menanggulangi sampah di laut dan sepanjang garis pantai merupakan tanggung jawab kita semua dan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat. Dengan budaya bersih lingkungan, maka akan terwujud Perilaku Hidup Sehat," demikian keterangan tertulis Kodam XVI/Pattimura dalam pembukaan acara yang berlangsung di di Kantor Balai Pengawas Jembatan Merah Putih Kota Ambon.

Gubernur Maluku Murad Ismail menambahkan aksi lingkungan seperti 'Aksi Mangente Bersih Laut dan Pesisir Pantai' maupun 'Pencanangan Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik' ini merupakan sejumlah upaya untuk mengembalikan kelestarian lingkungan dan ekosistem laut di Pantai Maluku.

Berdasarkan studi McKinsey and Co. dan Ocean Conservancy, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia setelah China.

[Gambas:Video CNN] (ayk/arh)