Minggu Pagi, Kualitas Udara di Batam Tidak Sehat

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 13:20 WIB
Minggu Pagi, Kualitas Udara di Batam Tidak Sehat Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam yang memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menyebutkan bahwa kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau masuk kategori tidak sehat pada Minggu (22/9).

Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto mengatakan berdasarkan pantauan pada Minggu pagi, kadar ISPU di Batam berkisar antara 136 hingga 172. Kualitas udara yang paling buruk terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, dengan kadar 172.

"Itu termasuk tidak sehat," kata Slamet.


Menurutnya, untuk membantu masyarakat setempat agar tidak langsung terpapar pencemaran udara, BTKLPP Kelas I Batam telah membagikan masker untuk para pengguna jalan raya.


"Kami membagi-bagikan tiga ribu masker di beberapa persimpangan jalan, antara lain di titik lampu lalu lintas Kaliban," ujar Slamet.

Sampai saat ini, Pemkot Batam belum mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah. Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP akan diliburkan jika kadar ISPU di atas 100.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan meminta pihak sekolah meniadakan kegiatan di luar kelas. Kegiatan di luar kelas boleh dilanjutkan bila kualitas udara sudah kembali normal.

Kualitas udara terbilang sehat jika ISPU antara 01 hingga 100. Kategori tidak sehat di antara 101-199, sangat tidak sehat ISPU 200-299, berbahaya ISPU 300-399, dan sangat berbahaya bila ISPU di atas 400.

Mengutip Antara, warga Kota Batam mengeluhkan kondisi udara yang mengandung asap itu.

"Mata mulai perih hari ini. Kemarin-kemarin langit sudah biru, udara juga agak segar. Tapi hari ini udara pekat lagi," kata Emi. (rea)