Gerindra soal Penghargaan Jokowi: Jangan Gadaikan Reformasi

CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 13:57 WIB
Gerindra soal Penghargaan Jokowi: Jangan Gadaikan Reformasi Wasekjen Gerindra Andre Rosiade. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade mengkritik rencana Universitas Trisakti yang akan memberikan gelar "Putera Reformasi" untuk Joko Widodo.

Andre, yang juga alumnus Universitas Trisaktdi dengan tegas menolak pemberian gelar itu.

"Jangan gadaikan Reformasi," kata Andre melalui pesan singkatnya, Minggu (22/9).
Rencana pemberian gelar itu menjadi pembicaraan di media sosial setelah beredar surat berkop Universitas Trisakti yang ditandatangani Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron. Surat bernomor 339/AK.15/USAKTI/R/IX/2019 terkait rencana pemberian penghargaan kepada Presiden Jokowi itu ditujukan kepada Menteri Sekretaris Kabinet.


Dalam surat itu disebutkan bahwa pemberian gelar 'Putera Reformasi' merupakan amanat dari Deklarasi Alumni Trisakti untuk Jokowi yang diselenggarakan pada 9 Februari silam.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Ali Ghufron. Namun, panggilan telepon dan pesan singkat CNNIndonesia.com belum mendapat respons.

Andre Rosiade berpendapat Jokowi belum pantas mendapat penghargaan Putera Reformasi karena ada sejumlah persoalan yang belum diselesaikan Jokowi, terutam soal dugaan pelanggaran HAM dalam persitiwa 12 Mei 1998.

"Mohon maaf belum layak," katanya.

Menurut Andres, persoalan 12 Mei 1998 belum sepenuhnya tuntas. Apalagi, kata dia, justru di era Jokowi terjadi kemunduran dibanding awal era reformasi.

"Kita lihat banyak kemunduran di jaman Jokowi ini. Kebebasan berpendapat terancam, dan UU KPK direvisi," katanya.
Andre pun meminta kepada Rektor Universitas Trisakti agar tak mempolitisasi kampus.

[Gambas:Video CNN] (ugo/ugo)