"Ini lagi mau rapat. Melihat situasi sekarang ini," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (23/9).
Moeldoko mengaku sudah tahu kabar tentang kerusuhan di Jayapura dan Wamena, Papua yang terjadi pada hari ini. Termasuk juga informasi tentang bangunan fasilitas publik dan kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Moeldoko mengatakan juga memantau rencana aksi mahasiswa di sejumlah daerah lainnya, salah satunya di Yogyakarta.
Lihat juga:Demo di Wamena Rusuh, Kantor Bupati Terbakar |
Misalnya, pasal yang mengatur soal makar, pidana terhadap gelandangan, dan beberapa pasal lain. Mereka menilai RKUHP berpotensi digunakan untuk mengkriminalisasi masyarakat.
Kemudian, Aliansi Rakyat Bergerak juga mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dalam Sidang Paripurna DPR. Aliansi juga mendorong proses demokratisasi di Indonesia.
Selain itu, ribuan mahasiswa juga bakal menggelar aksi di Jakarta. Aksi menolak rancangan KUHP itu bakal dipusatkan di DPR, Senayan.
Namun, Moeldoko belum mau bicara lebih lanjut. Ia mengatakan bakal menyampaikan usai rapat dengan Jokowi.
Selain Moeldoko hadir Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofian Djalil.
Kemudian dikabarkan hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung,
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Eko Margiyono, hingga Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono.
[Gambas:Video CNN] (fra/bmw)