Prajurit TNI Tewas Saat Kawal Demo Aliansi Mahasiswa Papua

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 14:36 WIB
Prajurit TNI Tewas Saat Kawal Demo Aliansi Mahasiswa Papua Ilustrasi. (Istockphoto/Nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang prajurit TNI tewas di tengah aksi demo aliansi mahasiswa papua (AMP) di daerah Expo Waena, Jayapura, Papua. Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan prajurit TNI yang tewas itu bernama Praka Zulkifli, dari satuan Yonif 751/Raider, Praka Zulkifli.

Dia diduga tewas akibat dibacok di bagian kepala oleh oknum Aliansi Mahasiswa Papua.

"Almarhum mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang. Korban sempat dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto dalam keterangan tertulis, Senin (23/9).


"Namun karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan," ujarnya.

Eko membeberkan pembacokan terjadi usai massa AMP melakukan demo di depan Auditorium Universitas Cenderawasih untuk menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Papua.

Namun, Eko berkata aksi tersebut tidak mendapat izin baik dari Polda Papua maupun dari pihak Rektorat Uncen sehingga kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum, dengan dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.

"Sekitar pukul 11.00 WIT, setibanya di daerah Expo Waena, massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang," ujar Eko.

Tak hanya menyerang, Eko menyampaikan massa AMP juga berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Waena untuk melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat.

"Almarhum Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam," ujarnya.

Akibat kejadian itu, Eko menyebut Zulkifli mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang dan sempat dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis hingga dinyatakan meninggal dunia.

"Rencana pemakaman akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban," ujar Eko.

Terkait hal itu, Eko mengatakan Kodma dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab menyatakan turut berduka cita kepada keluarga Zulkifli.

Sebagai seorang prajurit, kata dia, almarhum Praka Zulkifli telah memberikan bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara dengan memberikan jiwa dan raga demi tercipta rasa aman di tanah Papua.

[Gambas:Video CNN]
(jps/kid)