Aparat keamanan yakni Polri-TNI masih menangani kondisi yang terjadi di Wamena. Pendekatan yang dilakukan dengan cara persuasif dan melibatkan tokoh agama, adat dan pemerintah daerah.
Lihat juga:Wamena Rusuh, Bandara Ditutup Sementara |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hoaksnya tentang rasis. Penyebar hoaksnya sedang didalami oleh Ditsiber Bareskrim," tuturnya.
"Ada beberapa ruko terbakar. Untuk kantor pemerintahan ada juga yang diserang namun belum terklarifikasi milik siapa," tuturnya.
Terpisah, Polda Papua menyatakan sedang memburu penyebar hoaks yang disebut-sebut memicu kerusuhan di Wamena hari ini.
Lihat juga:Demo di Wamena Rusuh, Kantor Bupati Terbakar |
Rudolf menegaskan penyebar hoaks harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Yang saya baru terima informasi soal sejumlah unit motor yang terbakar di Wamena akibat aksi demo solidaritas," katanya.
Ketika ditanya soal fasilitas umum dan Bandara Wamena dirusak pendemo, mantan Kapolda Papua Barat itu mengaku belum menerima laporan.
"Yang itu belum ya, saya belum terima," katanya.
Sepanjang Agustus lalu, situasi keamanan di Papua dan Papua Barat juga memanas. Saat itu rentetan aksi unjuk rasa dilakukan di berbagai daerah untuk menyikapi kasus rasialisme di Surabaya, Jawa Timur.
[Gambas:Video CNN] (gst/wis)