Agustiana dipanggil Jokowi untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia sendiri mengaku ada sejumlah hal yang akan dia sampaikan saat bertemu Jokowi. Diantaranya, keinginan untuk mengembalikan tanah menjadi sepenuhnya milik bangsa.
Massa membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan reforma agraria. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Dalam kesempatan itu, Gun Retno, salah satu petani Kendeng, Jawa Tengah, juga menyebut pemerintah akan tetap bisa hidup jika ada petani. Sebaliknya, pemerintah tak akan bisa hidup jika hanya memanfaatkan investasi.
"Petani bisa hidup tanpa pemerintah. Tapi pemerintah tak akan bisa hidup tanpa petani," kata Gun Retno.
Tak hanya itu, Gun Retno juga mempertanyakan batas waktu penundaan revisi UU Pertanahan. Kata dia, mestinya Jokowi segera mengambil sikap dengan menghentikan pembahasannya, bukan cuma menunda.
Dia juga mempertanyakan perihal anggota DPR yang tak pernah mengajak satu pun petani dalam pembahasan UU Pertanahan.
Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia |
"Yang namanya ditunda. Bisa saja besok kota pulang malah disahkan. Ini bahaya untuk rakyat," katanya.
Ratusan petani ini berkumpul untuk menunggu hasil pertemuan antara Agustiani dengan Jokowi
Di tempat terpisah, puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia dan juga pemuda tani dari beberapa daerah melakukan aksi serupa di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/9).
"Kami mau menghentikan pembahasan dan rencana pengesahan RUU yang berkaitan dengan petani dan masyarakat desa," kata Sekertaris Umum DPP SPI Agus Ruli kepada wartawan di depan gedung DPR RI, Selasa (24/9).
Pantauan CNNIndonesia.com, massa aksi sudah melakukan orasi sejak pukul 08.45 WIB lengkap dengan membawa bendera serikat dan juga papan tuntutan lainnya.
[Gambas:Video CNN] (tst/mjo/arh)
Massa membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan reforma agraria. (
Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia