Diketahui, berdasarkan informasi dihimpun terdapat 40 mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit pasca digelarnya unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumsel tersebut. Massa yang tergabung dalam 'Sumsel Melawan' tersebut terlibat bentrokan dengan aparat saat berupaya masuk ke Gedung DPRD Sumsel.
"DPRD akan menanggung seluruh biaya pengobatan terhadap korban luka yang terjadi dalam unjuk rasa hari ini," ujar Anita di hadapan ribuan mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima tuntutan para mahasiswa yakni pertama, merestorasi upaya pemberantasan KKN dengan mencabut revisi UU KPK, mencabut revisi UU Pemasyarakatan, membatalkan pengangkatan seluruh capim KPK terpilih, serta menunda pengesahan dan mengeluarkan seluruh ketentuan mengenai korupsi dari RUU KUHP.
Sementara poin tuntutan keempat, merestorasi kesatuan bangsa dengan penghapusan diskriminasi antaretnis, penghapusan kesenjangan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan dengan menjamin dilaksanakannya otonomi daerah yang menyejahterakan dan menjamin akses ekonomi rakyat.
Poin kelima yakni menuntut anggota DPRD untuk menanggung seluruh kerugian yang dialami mahasiswa karena tindakan represif aparat dalam menggelar unjuk rasa.
Sementara itu, Koordinator Sumsel Melawan Radian Ramadhani mengatakan, pihaknya sudah berjuang dan anggota DPRD Sumsel sudah menerima dan menandatangani tuntutan yang mereka ajukan. Untuk mengawal janji tersebut, selanjutnya mahasiswa akan mengawasi hasil rapat pertama yang akan dilakukan anggota DPRD periode 2019-2024 tersebut.
"Kalau misalnya sudah menunjukkan itikad baik yang benar-benar, kita selesai. Tugas mahasiswa sekarang mengontrol, bersabar, dan mengawasi apapun hasil rapat dewan," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (idz/agr)