Hal itu diutarakan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo. Polisi bakal lanjut ke proses penyidikan terhadap 4 mahasiswa positif narkoba tersebut.
"Tadi malam pascakejadian tersebut kita sudah mengamankan 86 kendaraan roda dua yang ada di sekitar unjuk rasa, dan juga 68 mahasiswa oknum, dan juga beberapa orang yang masih bertahan," tutur Trunoyudo di Bandung, Rabu (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat tersangka itu antara lain yaitu MFD, RR, HJ dan BF. Mereka sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Ditresnarkoba Polda Jabar.
Ihwal aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan di kantor DPRD Jabar, Trunoyudo mengatakan ada dua mahasiswa yang dirawat Dokkes Polda Jabar. Kemudian, ada dua warga yang terluka sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Halmahera, Bandung.
Mahasiswa sempat merusak tembok kantor DPRD Jawa Barat, Bandung (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon) |
"Tiga anggota Polri luka, yaitu atas nama Ipda Iwan dari Brimob terkena lemparan. Kemudian Bripka Riswandi, anggota intelkam Polrestabes mengalami luka memar pada kaki dan Bripda Satria, anggota Polrestabes tidak sadarkan diri karena desakan dari massa," Trunoyudo.
Mereka menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Jabar. Namun, berujung ricuh jelang petang.
Massa merangsek masuk setelah menjebol tembok pagar dan gerbang utama gedung perwakilan rakyat Jabar itu. Aksi lempar botol dan batu pun terjadi.
Polisi memukul mundur massa dan peserta aksi. Massa lalu membuat barisan di depan Gedung Sate yang juga berada di Jalan Diponegoro. Mereka berorasi kembali hingga malam hari.
Polisi pun memberi peringatan sebanyak tiga kali agar ratusan demonstran tersebut membubarkan diri. Namun, permintaan itu tak diindahkan demonstran.
Aparat lantas membubarkan massa dengan paksa. Pembubaran dilakukan setelah pukul 20.19 WIB.
[Gambas:Video CNN] (hyg/bmw)
Mahasiswa sempat merusak tembok kantor DPRD Jawa Barat, Bandung (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)