Mahasiswa Merasa Tertembak Saat Gas Air Mata Pecah di DPR

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 20:54 WIB
Mahasiswa Merasa Tertembak Saat Gas Air Mata Pecah di DPR Aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk menghalau mahasiswa yang memaksa masuk ke kantor DPRD Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mahasiswa Universitas Pertamina merasa terkena tembakan saat hendak membubarkan diri dari kerumunan massa yang terdampak gas air mata di sekitar Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9).

Naufal (19) kemudian mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan dijahit di bagian bibir.

"Kebetulan kemarin mata saya perih banget saya sudah tidak bisa nafas, sudah sesak. Tahu-tahu saya dapat tembakan dari samping meluncur, terus bibir saya robek juga kena," kata Naufal kepada wartawan saat akan menjalani pemeriksaan lanjutan di RSPP, Rabu (25/9).


Naufal mengatakan dirinya jatuh sekitar pukul 17.45 WIB, tepat di depan pagar Gedung DPR/MPR yang rusak akibat serangan massa. Setelah kejadian itu, polisi menembakkan gas air mata dan membuat kerumunan massa kocar-kacir.


"Terus kebetulan saya juga terbawa arus mundur. Waktu mundur, sudah perih banget sesak, kena tembak dari pager situ," jelasnya.

Kendati demikian, mahasiswa semester tiga itu tidak dapat menjelaskan dengan rinci bentuk tembakan yang dia alami. Ia pun juga tidak mengetahui pihak mana yang melepaskan tembakan itu.

Saat ditemui di RSPP, Naufal mengenakan perban di sekitar bibir. Luka lebam akibat benturan tampak di bawah matanya.

Selain itu, ia juga mengatakan kebanyakan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa mengenakan almamater. Menurutnya, hal itu digunakan sebagai penanda identitas sebagai seorang mahasiswa.


Saat dikonfirmasi secara terpisah, pihak Rumah Sakit sejauh ini tidak dapat melakukan identifikasi terkait luka akibat peluru maupun tembakan.

"Untuk kabar mahasiswa ditembak kami tidak bisa menyampaikan kebenarannya karena kami enggak tahu kejadiannya ketembak atau kena benturan pukul," kata Kabid Humas RSPP Agus W. Susetyo kepada wartawan di RSPP, Rabu (25/9).

Menurutnya, RSPP tidak menemukan bukti luka akibat peluru.

"Kami tidak bisa menyampaikan apapun terkait luka tembak, (karena) tidak ada hasil pemeriksaan yang bisa disimpulkan luka tembak," imbuh Agus.

Hingga kini, Rumah Sakit hanya bisa memastikan bahwa mengalami luka terbuka yang memerlukan jahitan, lecet, dan juga luka akibat serangan benda tumpul.

Pihak rumah sakit juga menduga, kebanyakan mahasiswa yang terluka diakibatkan jatuh saat berlari untuk menghindari polisi.


[Gambas:Video CNN] (mjo/pmg)