Apalagi kata Ledia, kenyataannya banyak dari para pelajar ini tidak paham apa yang sebenarnya mereka perjuangkan hingga melakukan aksi demonstrasi di sekitar Senayan.
"Mereka ternyata tidak tahu apa yang mereka perjuangkan. Ini kan seperti penyaluran tawuran yang sudah lama," kata Ledia di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu menurut Ledia, para tenaga pendidik atau guru harusnya lebih fokus memerhatikan anak didik mereka. Sebab anak-anak memang harus dilindungi dari kemungkinan penggiringan opini yang berujung pada sikap anarkis para remaja ini.
Kemarin, ratusan pelajar sekolah terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian di belakang Gedung DPR, dekat Stasiun Palmerah, Jalan Palmerah Timur.
Pelajar tak menghiraukan imbauan polisi yang meminta mereka bubar karena rawan disusupi dan diprovokasi. Bahkan massa sempat membakar sesuatu di dekat pagar belakang Gedung DPR.
Diduga para pelajar yang berbuat ricuh ini merupakan pelajar yang sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Namun dari segi jumlah lebih banyak dari yang berdemonstrasi.
Saat unjuk rasa di depan Gedung DPR, peserta demo pelajar itu sempat diamankan dan didata polisi. Ketika ditanya, banyak dari mereka yang hanya ikut-ikutan demonstrasi ke Jakarta. Bahkan mereka juga tidak tahu apa itu RKUHP yang mereka protes.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)