Sara mengatakan kekecewaan dan kemarahan ini karena Zulkifli yang secara mendadak mencoret namanya sebagai pembaca doa dalam sidang akhir masa jabatan itu. Sara mempertanyakan alasan Zulkifli menolak dia berdoa di sidang itu apakah dilatarbelakangi oleh agamanya yang memang katolik atau hanya karena dia seorang perempuan.
"Pertanyaan saya kepada Bapak Zulkifli Hasan yang saya hormati, apakah yang bermasalah karena saya perempuan? Atau karena saya non-Muslim?" kata Sara seperti dikutip dari pernyataan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini artinya akan adanya perempuan pertama dan non-Muslim pertama yang akan membacakan doa di sidang terhormat ini," kata Sara.
Saat itu, Sara pun berusaha untuk tetap berbaik sangka. Dia kemudian meminta agar pembaca doa laki-laki yang dipilih namun tetap naskah yang telah dia susun yang harus dibacakan.
"Dengan demikian, akhir kabar, doa dihapus dari rundown acara. Doa yang menjadi bagian resmi dari sidang MPR RI. Begitu kagetnya dan sakit hatinya saya atas perlakuan ini dan kenyataan di forum lembaga tertinggi negara ini," kata Sara.
Sara pun mengaku langsung menangis karena kecewa dan marah dengan sikap yang dilakukan oleh pemimpin majelis tersebut. Setelah berdiskusi dengan anggota fraksi Gerindra lain dia pun memutuskan untuk keluar ruangan sebelum acara benar-benar selesai.
"Setelah saya jelaskan di medsos group Fraksi, para pimpinan mendukung sikap saya, dan dimulai dari Bapak Sufmi Dasco dan Bapak Heri Gunawan, lalu saya, kami jalan keluar sebagai sikap kami pada pemikiran pimpinan sidang," kata Sara.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)