Perwakilan BEM Jakarta Andi Prayoga mengatakan massa yang bergerak tak lagi terpusat di Jakarta. Artinya, kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran dari masyarakat Indonesia.
"Pemerintah, dengan adanya korban ini, melihat bahwa mahasiswa sudah berjuang. Jadi, harus ditampung oleh pemerintah dan ditindaklanjuti jangan justru abai," katanya, Sabtu (28/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Riuh Aksi Mujahid 212 Salah Spanduk TAP MPR |
"Sebetulnya. pemerintah bisa melihat bagaimana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika ada massa melakukan aksi. Pak Gubernur datang, bukan lari jadi mahasiwa disambut," ujarnya.
Aksi unjuk rasa yang terjadi pekan ini memakan dua korban mahasiswa dari Universitas Haluoleo Kendari, Randy (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19). Keduanya tewas dalam aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Di Jakarta sendiri, aksi demo itu mengakibatkan seorang peserta luka parah yaitu Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia. Ia mengalami luka berat saat ikut demo mahasiswa di Gedung DPR, Selasa (24/9) lalu.
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)