"Andai saja semua tuntutannya tidak dipenuhi Jokowi, yaitu menerbitkan Perrpu, maka demo terus. Demo jangan sekali dua kali selesai dan merasa dirinya aktivis," jelas analis Politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno, Sabtu (29/8).
Ia juga meminta mahasiswa tak mudah goyah dengan komentar miring yang menyebut bahwa aksi itu ditunggangi kepentingan politik. Mantan aktivis 1998 itu mengatakan seorang aktivis harus tahan banting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada kritik aksi ini dimobilisasi atau ada tudingan, biasa saja. Jadi aktivis tidak perlu cengeng, jawab saja iya memang dimobilisasi, lalu kenapa? Tapi yang memobilisasi ini untuk kepentingan dan keadilan bangsa. Itu saja selesai," imbuhnya.
"Ini baru disahkan kemudian dibatalkan kembali. Ini menjadi penting dalam konteks ini," katanya.
Salah satu yang diperbincangkan adalah perihal revisi UU KPK. Ia mengatakan salah satu yang diusulkan para tokoh itu adalah agar dirinya selaku presiden agar menerbitkan Perppu untuk membatalkan revisi UU KPK.
"Soal UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR, banyak sekali diberikan pada kita, utamanya masukan itu berupa penerbitan Perppu. Tentu akan kita hitung, setelah kita putuskan, akan kami sampaikan,"ujar Jokowi. (ulf/eks)