Pelabelan produk dengan menggunakan nama setan, iblis, dan neraka ini diungkapkan MUI Sumbar karena dilarang dalam Islam yaitu Manhiy 'Anhu.
"Kalau menyangkut hal-hal yang prinsip di dalam Islam terkait soal akidah seperti kata neraka, setan, iblis maka hukumnya haram," kata Ketua Umum MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain soal neraka, setan, dan lainnya, beberapa nama produk makanan dan minuman juga mengandung nama yang cenderung berbau seksi.
MUI juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait hal itu yaitu kepada pemerintah agar melahirkan regulasi dalam rangka implementasi fatwa ini. Mereka juga mendesak pemerintah agar menindaklanjuti fatwa ini dalam bentuk imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.
MUI Sumbar juga mengimbau semua lapisan masyarakat agar tidak mengkonsumsi produk yang menggunakan nama-nama yang dilarang dalam fatwa ini.
Imbauan juga diberikan kepada LPPOM MUI untuk tidak menerbitkan sertifikat halal terhadap produk yang menggunakan nama-nama yang tidak sesuai dengan syariat.
Dikeluarkannya fatwa haram terhadap penggunaan nama setan, iblis, dan neraka ini disebabkan karena banyaknya pemakaian kata-kata 'nyeleneh' untuk nama produk kuliner. Nama-nama yang aneh ini menjadi tren tersendiri di Sumbar dalam setahun terakhir.
Produk yang menggunakan kata "neraka", "setan", dan iblis biasanya untuk menggambarkan tingkat kepedasan ekstrem.
(chs)