"NasDem berupaya sepenuhnya membangun komunikasi baik dialog atau cara apapun yang baik dengan mahasiswa," kata Surya di Jakarta, Minggu (29/9) malam seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NasDem siap mengakui kesalahan jika memang pengesahan revisi UU KPK itu dianggap salah," ujar Surya Paloh.
Dia tidak sepakat apabila aksi turun ke jalan terus dilakukan, karena aksi demo mahasiswa sangat rentan ditunggangi pihak-pihak yang memiliki agenda terselubung.
Lihat juga:Aliansi Akademisi Dukung Aksi Mahasiswa |
Mereka menuntut agar pasal-pasal kontroversial yang ada dalam setiap RUU itu dibahas kembali dengan melibatkan publik secara komprehensif, tidak parsial.
[Gambas:Video CNN]
Gelombang aksi mahasiswa itu sendiri terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, bukan hanya di Jakarta yang mengambil pusat di depan DPR. Di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar DPR sempat terjadi kericuhan karena polisi yang berupaya membubarkan paksa para demonstran dengan menggunakan gas air mata, meriam air, dan pasukan huru-hara bersenjata tameng dan pentungan.
Sementara itu, aksi mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah membuat dua mahasiswa yakni Immawan Randi dan M Yusuf Kardawi tewas. Immawan diduga tewas karena tembakan peluru, sementara Yusuf yang sempat kritis dan menjalani perawatan intensif mengalami luka fatal akibat benda tumpul.