Jokowi Minta Semua Pihak Tahan Diri Hindari Konflik di Papua

CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 11:20 WIB
Presiden Jokowi mengajak semua pihak berdoa untuk mewujudkan perdamaian di bumi Papua. Jokowi selalui memperbarui informasi soal Papua dari Kapolri. Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesiaa/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo melalui Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani meminta semua pihak menahan diri untuk menghindari konflik horizontal yang bisa meluas di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.  

Pernyataan Presiden tersebut menyikapi kerusuhan di wilayah yang berada di Pegunungan Tengah Papua itu.

"Presiden juga mengimbau semua pihak menahan diri untuk menghindari percikan konflik yang masif. Dan mengajak semua berdoa untuk menciptakan tanah Papua yang damai," kata perempuan yang akrab disapa Dani.


Dani menyatakan Jokowi selalu mendapat informasi terkini di Papua dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan kementerian terkait.

Jokowi, kata Dani, sudah memerintahkan jajarannya untuk memberikan perlindungan kepada orang asli Papua maupun masyarakat pendatang yang tinggal di Bumi Cendrawasih.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta Kapolri menindak tegas siapapun yang melakukan kerusuhan, perusakan fasilitas publik, dan kekerasan yang mengakibatkan luka maupun kematian.

"Dari kasus Wamena sudah ditahan beberapa orang yang terindikasi sebagai aktor pemicu dan dalang kerusuhan. Sekarang sedang didalami kasusnya," ujarnya.

Menurut Dani, Jokowi turut meminta jajarannya baik pemerintah pusat maupun daerah untuk segera memperbaiki fasilitas publik yang rusak di Wamena.

Bagi masyarakat yang meninggal dunia akan dibantu proses pemakaman, sementara yang mengalami luka-luka diberi pengobatan.

[Gambas:Video CNN]

Terkait dengan gelombang pengungsian, Dani mengatakan hal tersebut tak bisa terhindarkan karena masyarakat ingin kembali ke daerahnya masing-masing untuk sementara.

TNI telah mengevakuasi ribuan warga dari Wamena ke Jayapura, Papua, menggunakan pesawat Hercules.

"Gelombang eksodus memang tidak terhindarkan karena sebagian masyarakat ingin kembali ke daerah asalnya sementara. Dan pemenrintah telah memfasilitasi ini dengan menyediakan hercules," tuturnya. (fra/wis)