Sejumlah organisasi dan elemen masyarakat serta mahasiswa berencana menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan menolak UU KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagus mengatakan bahwa karyawan di kantornya cenderung sedikit. Namun, berdasarkan penuturannya, karyawan yang bekerja di kawasan Jakarta Design Center (JDC) juga sudah dipulangkan.
Bagus belum tahu sampai kapan dirinya diliburkan. Dia juga tidak tahu karyawan yang bekerja di sekitar kantornya sampai kapan bakal diliburkan.
TNI-Polri Siaga di Palmerah
Sejauh ini, Bagus mengaku belum melihat penumpukan massa di sekitar kantornya. Akan tetapi, saat berangkat kerja pagi tadi, dia menyaksikan banyak personel TNI/Polri berjaga di Stasiun Palmerah.
"Stasiun Palmerah sudah banyak TNI sama Polisi," tuturnya.
Sejumlah elemen mahasiswa dan organisasi bakal menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (30/9). Mereka ingin menolak rancangan undang-undang bermasalah pada sidang paripurna terakhir DPR RI periode 2014-2019.
Sejauh ini, Polda Metro Jaya menyiapkan puluhan ribu personel untuk mengawal aksi unjuk rasa. Tidak hanya dari kepolisian, personel juga berasal dari TNI.
[Gambas:Video CNN]
"20.500 personel gabungan disiagakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono dihubungi wartawan.
"Kendaraan taktis juga disiagakan di sana, seperti baracuda dan water canon," lanjut dia. (wis/bmw)