"Pantauan BNPB berdasarkan citra satelit Modis-catalog LAPAN pada Senin (30/9), pukul 18.00 WIB menunjukkan kualitas udara membaik seiring dengan turunnya jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera dan Kalimantan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo lewat keterangan tertulis, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, luas hutan dan lahan di seluruh wilayah Indonesia sejak awal tahun 2019 yang terbakar mencapai 328.724 hektare. Selain itu, karhutla juga masih terjadi di kawasan Gunung Merbabu dan Sumbing di Jawa Tengah.
Agus menyebut Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berlangsung baik di Sumatera maupun di Kalimantan. Pada hari Senin, dikerahkan 2 pesawat di Sumatera dan 2 Pesawat di Kaltim dengan total garam yang ditabur mencapai 9.600 kg.
"Kecenderungan titik panas yang turun harus terus dipertahankan sehingga masyarakat dapat menghirup udara sehat dan beraktivitas di luar rumah," kata Agus.
"Gambut perlu dikembalikan ke kodratnya yaitu basah dan berair sehingga tidak mudah terbakar. Usaha pembahasan gambut ini perlu dilakukan terus menerus sehingga tahun depan tidak terjadi kebakaran lagi," tutup Agus.
[Gambas:Video CNN]
(arh/gil)