Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 20:12 WIB
Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR Puan Maharani resmi jadi Ketua DPR. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani Nakshatra Kusyala resmi jadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Puan dicalonkan oleh PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 sekaligus mayoritas pemegang kursi di parlemen.

Puan didampingi empat wakil ketua yakni Azis Syamsuddin dari Golkar, Sufmi Dasco Ahmad dari Gerindra, Rachmat Gobel dari Nasdem, dan Muhaimin Iskandar dari PKB.

Nama Puan dan empat wakil ketua DPR lain disahkan dalam paripurna, Selasa (1/10) malam.


Paripurna DPR ke-2 tahun sidang 2019-2020 yang digelar di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, berjalan lancar .

Tak ada hujan interupsi ataupun sanggahan dari sekitar 280-an anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna itu.

Pengesahan Puan dan empat pimpinan DPR lainnya itu dipimpin oleh Ketua DPR sementara Abdul Wahab Dalimunthe. Abdul menjelaskan kelima pimpinan DPR itu otomatis menjadi pimpinan karena masing-masing parpol pengusung berhasil meraih lima besar peraih suara terbesar dalam Pemilu 2019. Aturan itu termaktub dalam UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau MD3.

"Apakah lima pimpinan DPR periode 2019-2024 ini dapat disetujui?" Tanya Abdul.

"Setujuuuuuu," ujar anggota Dewan yang hadir.

"Tok" bunyi ketuk palu diketuk Abdul sebagai tanda disahkan.

Tepuk tangan riuh pun tampak bergemuruh saat kelima pimpinan DPR itu dipanggil menuju podium dilantik. Bahkan terlihat para anggota DPR ada yang melakukan salawatan saat kelima anggota itu maju ke podium.

Setelah itu, prosesi pelantikan kelima pimpinan DPR itu pun dimulai. Sebelum memangku jabatannya, kelima pimpinan DPR itu diwajibkan mengucapkan sumpah janji. pengucapan sumpah itu dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung RI Hatta Ali.

Kelima pimpinan DPR yang baru itu lantas menuju podium untuk diambil sumpahnya berdasarkan agama Islam. Masing-masing tokoh agama lantas mengambil tempat berdiri di samping para pimpinan DPR terpilih itu dengan membawa kitab suci.

Sumpah dimaksudkan mengandung tanggung jawabnya terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia.

"Sebelum memangku jabatan sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPR, saudara-saudara wajib bersumpah menurut agama Islam.. Apakah saudara-saudara bersedia disumpah atau dijanji menurut agama saudara?" ujar Hatta kepada kelima pimpinan DPR.

Mendengar pertanyaan itu, kelima pimpinan DPR itu menyatakan kesediannya.

"Bersedia," kompak mereka berlima.

Setelah itu, Hatta pun memandu sumpah secara perlahan-lahan agar bisa diikuti seluruh pimpinan DPR.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Ketua/Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bahwa saya akan memperjuangkan rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional, demi kepentingan bangsa dan NKRI" kata kelima pimpinan DPR.

Turut hadir dalam kesempatan pelantikan itu, Presiden ke-3 RI, Megawati Soekarnoputri, Seskab Pramono Anung dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.



(rzr/sur)