28 Dokter Dinkes Masih Bersiaga di Wamena Pascakerusuhan

CNN Indonesia
Rabu, 02 Okt 2019 09:04 WIB
Tim Gabungan Kesehatan Dinas Kesehatan dan TNI/Polri menyatakan saat ini ada 13 dokter spesialis dan 15 dokter umum yang bersiaga di Wamena . Warga pengungsi memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (27/9(ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 28 dokter di Dinas Kesehatan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua masih siaga untuk melayani korban demo berujung aksi rusuh di daerah itu pada Senin (23/9). Para dokter itu terdiri atas 13 dokter spesialis dan 15 dokter umum.

"Untuk dokter spesialis itu masih ada sekitar 13 dokter spesialis yang masih siaga dan bertahan untuk melayani korban demo, jadi untuk dokter spesialis itu sudah cukup," kata Koordinator Tim Gabungan Kesehatan Dinas Kesehatan dan TNI/Polri di Wamena, Paminto Widodo, Selasa (1/10.

Paminto menjelaskan di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya sekitar 15 dokter masih siaga dan bertahan untuk melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga korban demo rusuh Wamena. Selain itu, kata dia, delapan dokter umum masih melayani kesehatan warga korban demo di RSUD Wamena.


Ia mengatakan tenaga kesehatan lainnya di RSUD Wamena tersebut masih cukup mampu melakukan pelayanan kesehatan, walaupun jumlahnya belum memadai.

"Masih kekurangan karena ada tenaga kesehatan yang berupaya menyelamatkan keluarganya," ujarnya.

Ia menyebut perawat yang bertugas melayani kesehatan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tercatat 17 orang. Semenara itu di RSUD Wamena, jumlah perawat yang melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga mencapai sekitar 20. Kemudian, enam mobil ambulans masih siaga untuk melayani pengungsi korban demo rusuh Wamena.

Sementara itu per Selasa (110) petang, jumlah pasien korban unjuk rasa yang masih dirawat di RSUD Wamena adalah 14 orang.

"Pasien korban demo yang dilayani di RSUD Wamena sampai kemarin itu ada 99 orang, namun yang lainnya dirujuk dan sebagian lagi sudah pulang," kata Paminto.

Dari 99 pasien tersebut, sambungnya, sebanyak 26 dirujuk ke Jayapura. Dari 26 pasien yang dirujuk ke Jayapura itu, kata dia, empat di antaranya bukan pasien korban yang terkena dampak dari demo anarkis yang berujung kerusuhan di Wamena, empat pasien itu sudah lama sakit.

"Jumlah pasien yang meninggal dan ditandatangani berkasnya oleh Direktur RSUD Wamena sebanyak 31 jiwa, namun dua di antaranya meninggal bukan karena kerusuhan," katanya.

Kedua pasien itu, menurut dia, sudah lama sakit dan dirawat di RSUD Wamena lalu meninggalnya juga di rumah sakit, kedua pasien itu meninggal bersamaan dengan 29 korban yang meninggal karena dampak kerusuhan Wamena.

Ia menambahkan, kini sasaran pelayanan kesehatan dari Tim Kesehatan dari Kabupaten Jayawijaya dan dari Dinas Kesehatan Provinsi di 18 titik pengungsi di Wamena.

[Gambas:Video CNN]
Unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Wamena, pada Senin, 23 September 2019. Selain menimbulkan korban tewas, aksi rusuh itu juga menyebabkan kerusakan materi di antaranya ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta. Kejadian itu mengakibatkan hingga kemarin, pasar tradisional dan pertokoan sudah mulai buka walaupun jumlahnya masih sedikit, sekolah masih diliburkan.

Pemerintahan belum normal, jumlah pengungsi sangat fluktuatif karena adanya penambahan dari kabupaten tetangga, masyarakat yang akan keluar dari Wamena juga masih cukup tinggi.

(Antara/kid)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER