Informasi tentang dugaan penganiayaan itu dibenarkan oleh Anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Unindra, Yazid Fahmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akun tersebut mengunggah sebuah video yang menunjukkan kondisi punggung dari Ghifran yang tampak memiliki banyak luka. Video itu, juga dilengkapi dengan keterangan perihal kronologi kejadian itu.
Peristiwa itu dimulai saat pukul 19.00 WIB. Ahmad disebut mundur ke belakang karena keadaan semakin panas atau chaos. Korban yang disebut sebagai bagian medis dan juga logistik, langsung pergi ke belakang untuk membagi-bagi air kepada kawan-kawan yang lain terkena gas air mata.
Setelah keadaan mulai sedikit agak tenang, Ahmad dan teman-temannya meminum kopi dan rehat sejenak.
"Tiba-tiba Ghifari dicekik oleh orang berbadan besar berbaju preman, dipukul, dibawa ke Polda,"
Dalam proses pemeriksaan, Ghifar juga disebut mendapat intimidasi. Misalnya, ditampar saat minta minum, dan ditendang saat kencing.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut pihaknya bakal mengecek lebih dulu video dan keterangan yang diunggah oleh akun instagram @reformasidikorupsi itu.
[Gambas:Video CNN]
"Kita cek dulu kebenaran videonya," ujarnya.
Jika memang ada anggota kepolisian terbukti melakukan penganiayaan, kata dia, penindakan sesuai dengan aturan akan dilakukan.
"Kalau ada polisi yang melakukan (penganiayaan), akan kita tindak sesuai dengan aturan," ucap Argo.
(dis/arh)