Pemerintah Segera Pulihkan Keamanan Wamena agar Warga Kembali

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 23:35 WIB
Pemerintah Segera Pulihkan Keamanan Wamena agar Warga Kembali Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berupaya memulihkan kondisi keamanan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, usai kerusuhan beberapa waktu lalu. Masyarakat yang telah meninggalkan Wamena pun diimbau untuk kembali lagi setelah situasi kondusif.

"Jaminan keamanan sedang berjalan. Saat ini jumlah kekuatan yang terlibat bagian dari salah satu upaya memberikan jaminan keamanan," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Jakarta, Jumat (4/10).

Moeldoko belum tahu apakah TNI dan Polri akan menambah jumlah pasukan untuk menjamin keamanan di Wamena. Menurutnya, pada intinya pemerintah terus menjaga agar situasi kembali stabil.


"Itu harus tercipta dulu, karena ini memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa situasi terjaga dengan baik agar mengurangi orang untuk eksodus" ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu menyebut Menkopolhukam Wiranto juga akan mengunjungi Wamena dalam waktu dekat. Ia mengatakan kehadiran Wiranto untuk memantau langsung proses pemulihan wilayah di Pegunungan Tengah itu.

"Itu yang diciptakan sekarang dan ini domainnya Pak Menkopolhukam. Dan, Pak Menko akan ke sana lagi untuk menjaga situasi," tuturnya.

Sejak kerusuhan melanda Wamena pada 23 September 2019, sejumlah warga non-Papua mengungsi ke daerah lain. Berdasarkan data Kementerian Sosial, sejak 23 September hingga 2 Oktober 2019 tercatat sebanyak 11.646 orang telah meninggalkan Wamena

Sebagian besar pengungsi dievakuasi ke Sentani, Jayapura, sementara lainnya kembali ke kampung halaman masing-masing. Sebanyak 7.467 orang meninggalkan Wamena dengan penerbangan Hercules TNI AU dan 4.179 orang menggunakan penerbangan komersial. Sementara di Wamena sendiri ribuan pengungsi hingga kini masih bertahan di 34 posko.

Pengungsi di Wamena saat ini sebanyak 4.844 orang, dengan rincian 2.102 orang di Kodim 1702/Jayawijaya, 726 orang di Polres Jayawijaya, 216 orang di Koramil 1702-03/Wamena.

Lalu, sebanyak 118 orang di Sub Den Pom, 180 orang di Gereja Betlehem, 35 orang di Kantor DPRD, 96 orang di Yonif 756/WMS, 112 orang di Gereja Efata, 20 orang di Gedung Cipta Jaya, 63 orang di Masjid LDII.

Terdata juga sebanyak 125 orang mengungsi ke Gereja Advent, 60 orang di Gereja El-Shadday, 61 orang di Masjid Pasar baru, 42 orang di Kalan TNI AU Wamena dan 426 orang tersebar di beberapa titik di Wamena.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya meminta masyarakat di sana tidak eksodus ke kabupaten atau provinsi lain. Ia pun mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk menahan warga eksodus.

"Kami sangat mendukung upaya pemerintah kabupaten menahan lebih jauh eksodus dari pengungsi di Wamena untuk keluar dari Wamena," kata Harry di Wamena, Jumat, seperti dilansir Antara.

"Arahan dari Menteri Sosial, sedapat mungkin para pengungsi yang masih ada di Wamena, tidak eksodus ke luar Wamena," sambungnya.

[Gambas:Video CNN]
Harry mengaku telah menyampaikan arahan menteri kepada pejabat Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat yang menjenguk pengungsi Jayawijaya di Jayapura.

"Kalau mereka memang ingin menghilangkan trauma sementara ke daerah asal, ya kita tidak bisa tahan. Tetapi harapan kita, kalau mereka ingin kembali ke Wamena, kita akan dorong," katanya.

Kemensos sedang membangun koordinasi dengan PUPR serta BNPB untuk mendukung agar pembangunan rumah korban kerusuhan Wamena bisa dilakukan.

(fra/kid)