Ngabalin menegaskan Jokowi adalah sosok pemimpin yang tak bisa ditekan maupun dikendalikan.
"Karakter Presiden Joko Widodo, manusia yang tidak pernah bisa ditekan, pemimpin, presiden yang tidak bisa ditekan, presiden yang tidak bisa dikendalikan," kata Ngabalin saat dikonfirmasi, Jumat (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden mempertimbangkan mengkalkulasi, biar saja presiden nanti yang sampaikan," ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu mengatakan penerbitan Perppu KPK tidaklah gampang karena belum tentu bisa diterima seluruh pihak. Oleh karena itu, Ngabalin meminta semua pihak menunggu keputusan yang diambil Jokowi terkait dengan polemik revisi UU KPK.
"Presiden yang bisa menilai, suasana kepentingan yang memaksa itu apa, tidak ada orang lain yang bisa menilai," tuturnya.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan bakal mempertimbangkan mengeluarkan Perppu KPK usai bertemu puluhan tokoh masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis pekan lalu. Bahkan, ia menyebut akan memutuskan hal tersebut dalam waktu secepatnya.
Di sisi lain, Ketua Umun Partai NasDem Surya Paloh mengatakan bahwa presiden dan partai politik pengusung satu bahasa untuk menolak mengeluarkan Perppu KPK.
"Jelas presiden bersama seluruh partai-partai pengusung mempunyai satu bahasa yang sama. Untuk sementara enggak ada. Belum terpikirkan mengeluarkan Perppu," kata Surya di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (2/10).