Penjelasan Sistem '2-1' Pengganti 'Buka-Tutup' di Puncak

CNN Indonesia | Minggu, 06/10/2019 09:32 WIB
Penjelasan Sistem '2-1' Pengganti 'Buka-Tutup' di Puncak Kendaraan mengantre selepas pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Kepolisian sepakat akan melakukan ujicoba sistem 2-1 di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor sebagai pengganti sistem buka tutup mulai 27 Oktober 2019.

"Sistem yang baru lebih memberikan keleluasaan bagi masyarakat setempat untuk melakukan mobilitas karena tidak lagi berdasarkan buka tutup," kata Bupati Bogor, Ade Yasin, di Bogor, Minggu (6/10).


Jika dalam sistem buka tutup kendaraan hanya bisa bergerak satu arah pada waktu tertentu (Simpang Gadog-Puncak), maka pada sistem 2-1, kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.


Sistem ini akan membagi Jalur Puncak menjadi tiga lajur.

Dari tiga lajur yang ada, nantinya lajur satu dan dua akan diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak (naik) mulai pukul 03.00WIB-13.00 WIB. Sedangkan lajur tiga untuk kendaraan menuju arah Gadog (turun).

Pada pukul 12.30 WIB-14.00 WIB, lajur satu tetap diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak (naik), lajur dua sementara ditutup dari arah Simpang Gadog (naik) untuk memastikan bersih dari kendaraan yang menuju ke Puncak, dan lajur tiga tetap untuk kendaraan menuju Simpang Gadog (turun).

Setelah steril, pukul 14.00 WIB-20.00 WIB arus lalu lintas berubah. Lajur satu untuk kendaraan mengarah ke Puncak (naik), sedangkan lajur dua dan tiga untuk kendaraan yang mengarah ke Simpang Gadog (turun).

"Selanjutnya, mulai pukul 20.00 WIB-03.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah," kata Bambang.


Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin menyebutkan bahwa pemberlakuan 2-1 ini merupakan bagian dari program Save Puncak, sebagai upaya mengurai kemacetan di Kawasan Puncak Bogor.

Ia membeberkan penyebab kemacetan yang kerap terjadi di Kawasan Puncak. Salah satunya, antara kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang melintas tidak sebanding.

Jalur Puncak memilik panjang sekitar 22,7 kilometer dan lebar rata-rata 7 meter. Menurut Ade Yasin, dengan asumsi panjang kendaraan 5 meter, maka Jalur Puncak maksimalnya diisi 8.800 unit kendaraan, dengan kondisi dua lapis lajur.

"Tapi pada kenyataannya di masa liburan, volume kendaraan mobil mencapai 15 ribu sampai 19 ribu unit di Jalur Puncak," kata Ade Yasin.



(ANTARA/ard)