Terancam Mutasi, Polisi Penendang Ojol di Bogor Minta Maaf

CNN Indonesia | Sabtu, 05/10/2019 20:31 WIB
Terancam Mutasi, Polisi Penendang Ojol di Bogor Minta Maaf Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan akan ada sanksi kepada seorang polisi di Kota Bogor yang terekam memukul dan menendang pengemudi ojek online (ojol).

Hendri menuturkan minimal sanksi yang diberikan berupa mutasi dari Korps Lalu Lintas. Oknum tersebut tidak akan ditugaskan ke korps yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

"Sanksi paling rendah itu dimutasi dari Korps Lalu Lintas. Tidak lagi di bagian pelayanan masyarakat. Dimutasi mungkin jadi staf. Yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kita hindarkan," kata Hendri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/10).


Menurut Hendri kejadian pemukulan dan penendangan oleh anggotanya menunjukkan bahwa polisi tersebut tidak layak ditugaskan di bagian pelayanan masyarakat. 

"Karena harus bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan kejadian ini, ya, dia tidak lulus ujian," katanya. 

Ia mengatakan dalam kondisi selelah dan sekesal apapun, polisi seharusnya tetap mengayomi masyarakat. Meskipun masyarakat melanggar aturan, polisi harus tetap sabar dan memberikan penindakan yang bersifat mengayomi. 

"Tidak boleh seperti itu karena tugasnya mengayomi. Selelah apapun harusnya bisa memahami," ujarnya. 

Lebih lanjut, Hendri mengatakan Polres Bogor Kota juga telah melakukan mediasi antara polisi dengan oknum yang bersangkutan. 

Dalam mediasi, Polres Bogor Kota melibatkan komunitas ojek online di Kota Bogor untuk menyelesaikan masalah agar tidak dibawa ke ranah hukum. Namun sanksi internal terhadap polisi yang memukul dan menendang pengemudi ohol akan tetap diberikan.

"Polisinya sudah minta maaf, ojolnya juga sudah minta maaf. Secara hukumnya dengan ojol sudah selesai tak ada permasalahan apa apa," katanya.

Sebelumnya, video pemukulan polisi terhadap pengemudi ojol beredar di media sosial. Hendri mengatakan insiden itu terjadi hari ini, sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Tugu Kujang Bogor. 

Dalam rekaman tersebut terlihat dua polisi menghampiri pengemudi ojol. Saat berhadapan, salah satu petugas terekam langsung menendang pengemudi ojol tersebut.

Pengemudi itu terlihat sedikit membungkuk, seperti orang yang meminta maaf. Namun polisi itu kembali memukul pengemudi ojol. Kali ini ke bagian kepala pengemudi yang mengenakan helm.

Kata Hendri, insiden dipicu pengemudi ojol yang memasuki kawasan steril yang akan dilintasi oleh Presiden Joko Widodo. Hendri mengklaim anggotanya sudah menegur, namun pengemudi tetap menerobos. Diduga karena kesal, anggotanya memukul pengemudi tersebut. (jnp/wis)