Namun, bos PT Borneo Lumbung Energy & Metal itu tak ditahan setelah pemeriksaan tuntas pukul 20.21 WIB.
Lihat juga:KPK Perpanjang Masa Cegah Samin Tan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan ini merupakan panggilan lanjutan setelah sebelumnya ia mangkir pada 11 dan 16 September 2019.
Dalam kasus ini, Samin Tan diduga memberi uang Rp5 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih untuk kepentingan proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT.
Ini merupakan pengembangan dari kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-I yang menjerat Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.
Samin Tan meminta bantuan Eni untuk menyelesaikan masalah terminasi perjanjian Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT), anak usaha PT Borneo Lumbung Energy & Metal di Kalimantan Tengah.
(ryn/arh)