"Sampai dengan data tadi malam, korban jiwa meninggal 39 jiwa. Korban luka-luka berat dan sedang ringan, 1578. Pengungsi 170.900 jiwa," kata Doni di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (8/10).
Menurut Doni, berdasarkan data terbaru, bangunan rumah yang mengalami kerusakan mencapai 6.355 unit. Jumlah itu terdiri dari rumah yang mengalami rusak berat, sedang, hingga ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain rumah, kata Doni, terdapat 512 unit fasilitas umum dan fasilitas sosial yang juga rusak akibat gempa Maluku. Doni mengaku diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali meninjau lokasi gempa di Ambon, Papua.
Doni lantas mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi bohong alias hoaks terkait gempa di Maluku. Menurutnya, sampai hari ini belum ada satu teknologi atau lembaga yang bisa memprediksi kapan terjadi gempa dan tsunami.
"Sekiranya dengan semua informasi yang disampaikan pemerintah hingga pimpinan daerah bisa diikuti oleh masyarakat kita. Kita semua prihatin, dan tidak ada yang ingin kesulitan. Kami berusaha berikan informasi yang benar," katanya.
[Gambas:Video CNN] (fra/dal)