Sekjen PA 212 Minta Penangguhan Penahanan Terkait Kasus Ninoy

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 22:12 WIB
Sekjen PA 212 Minta Penangguhan Penahanan Terkait Kasus Ninoy Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar, mengajukan penangguhan penahanan terkait kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar, mengajukan penangguhan penahanan ke Polda Metro Jaya terkait kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Anggota tim hukum Front Pembela Islam, Azis Yanuar, mengatakan bahwa pengajuan penangguhan penahanan tersebut telah diajukan siang tadi.

"Tadi siang sudah kita masukkan sesuai prosedur kepada Kapolda hingga ke tingkat penyidik sudah kita masukan, beserta jaminan dari istrinya," kata Azis di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10).
Azis menuturkan pihaknya juga turut menyertakan bukti bahwa Bernard saat ini dalam kondisi sakit. Menurut Azis, kemarin malam kondisi Bernard bahkan agak pincang dan sulit untuk berbicara.


"Dan memang sedang perawatan dan kami sangat khawatir kalau misalnya penahanan ini dilanjutkan, karena takutnya semakin memburuk," tutur Azis.

Ia kemudian berkata, "(Penyakitnya) stroke dan diabetes dan kita khawatir terjadi hal-hal yang buruklah seperti itu."
Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Bernard sebagai tersangka kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Dalam kasus ini, polisi total telah menetapkan 13 orang tersangka. Dari 13 tersangka itu, 12 di antaranya saat ini menjalani masa penahanan. Polisi menjerat 13 tersangka itu dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.

Ninoy dianiaya sejumlah orang di kawasan Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

[Gambas:Video CNN]
Menurut kesaksian seorang relawan Joko Widodo, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Jack mengatakan bahwa ancaman pembunuhan itu datang dari seorang dengan panggilan 'Habib' yang mendatangi masjid tersebut. (dis/has)


BACA JUGA