Wiranto Disebut Kena Dua Tusukan di Bagian Perut

Antara, CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 14:37 WIB
Wiranto Disebut Kena Dua Tusukan di Bagian Perut Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto hendak diserang oleh seseorang dengan menggunakan senjata tajam, saat melakukan kunjungan ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). (Screenshot via Youtube/@Hakim Sutter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Dr Firman menyebut terdapat dua luka tusuk di bagian perut Menko Polhukam Wiranto. Diberitakan sebelumnya, Wiranto diserang seseorang saat berada di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

"Untuk Pak Wiranto ada dua tusukan di perut," katanya ketika ditemui di RSUD Berkah Pandeglang, dilansir dari Antara.

Ia menyatakan, selain Wiranto petugas medis juga menangani tiga orang lain yang juga terkena tusukan, yakni ajudan Wiranto, Kapolsek Menes dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar.


Firman menjelaskan, sebelum dibawa ke RSUD Berkah, Wiranto dan tiga korban lainnya sempat mendapat perawatan di Puskesmas Menes.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo sebelumnya mengatakan penyerang Wiranto menggunakan senjata jenis gunting.

"Secara tiba-tiba langsung menyerang/menusuk kebagian perut Jenderal TNI (Purn) Wiranto (Menko Polhukam) dengan sajam berupa gunting secara membabi buta," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (10/10).
[Gambas:Video CNN]

Kabid Humas Polda Banten Edi Sumardi menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 11.55 WIB. Saat itu Wiranto dalam agenda kunjungan ke salah satu pondok pesantren.

Kepolisian menduga pelaku penyerangan terhadap Wiranto terpapar jaringan ISIS. Pelaku menyerang dengan menggunakan senjata tajam.

Dedi mengatakan penusukan itu terjadi saat ada warga yang meminta salaman dengan Wiranto.

"[Dalam] waktu singkat seorang yang diduga pelaku langsung menusukkan benda tajam. Kapolsek ada di tempat alami luka di punggung. Wiranto juga alami luka di tubuh bagian depan," kata dia, di Jakarta.

Wiranto, katanya, saat ini sudah dibawa ke RSUD Pandeglang.

Menurutnya, tersangka yang diduga terpapar ideologi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu melakukan upaya serangan beberapa kali. Yakni, saat sebelum dan sesudah diamankan.

"Begitu srek mau menyerang diamankan, terus nyerang lagi kapolsek," ucap dia.


(ain)