Jambore IBBS menjadi momentum strategis berkumpulnya seluruh pegiat yang peduli terhadap persoalan persampahan di Indonesia demi menciptakan berbagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Koordinator Nasional Jambore IBBS 2019 Andre Prasetyo mengatakan pada jambore 2019 peserta tidak lagi sekadar belajar atau berbagi terkait isu persampahan, tetapi juga menjadi perwakilan provinsi masing-masing untuk menjalankan Forum Komunikasi Provinsi Bebas Sampah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinergi dan kolaborasi lintas stakeholder juga menjadi aspek penting untuk tercapainya target pengurangan sampah. Hingga 2025, ditargetkan 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah dapat tercapai. Hal itu sesuai dengan ketetapan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 serta Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018.
"Salah satu upaya pemerintah adalah membangun infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat, yakni mengedepankan keterlibatan masyarakat dan unsur lain dalam proses pembangunan dan keberlanjutan. Untuk bidang persampahan, telah dibangun tempat pengolahan sampah dengan pola 3R (reduce, reuse, recycle) atau disebut TPS-3R," ujar Prasetyo.
Acara yang digelar di Tabanan, Bali, ini bukan kali pertama. Pertama dilaksanakan di Solo pada 2016, Jawa Tengah dengan mendatangkan 234 peserta dari 22 provinsi. Kemudian pada 2017 digelar di Aceh dengan 290 peserta dari 21 provinsi. Ketiga, pada 2018 berhasil digelar di Malang, Jawa Timur, menghadirkan 367 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.