Ia juga menyebut tuntutan permohonan maaf itu terbalik jika dialamatkan pada dirinya.
"Kebalik dong," kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari PDIP tersebut lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bicara menghina, menista, memfitnah, mendelegitimasi dan mendiskreditkan DPR, serta menegasikan sistem pemilu kan Prof. Emil," tuturnya.
Sebelumnya, Himpasiling UI menuntut Arteria meminta maaf terkait sikapnya terhadap Emil. Himpasiling UI menilai anggota DPR Dapil 6 Jawa Timur itu bertindak kasar, tak beretika, dan tanpa berbudi pekerti luhur.
"Meminta maaf, atau kami minta PDIP untuk melakukan PAW (pergantian antarwaktu) terhadap Arteria," tulis pernyataan Himpasiling UI, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (10/10).
Dalam tuntutannya, Himpasiling UI meminta permohonan maaf Arteria disampaikan secara langsung dalam 3x24 jam dan disampaikan ke publik dalam seperempat halaman koran nasional dalam 7x24 jam.
Jika tuntutan permintaan maaf itu tak disampaikan, Himpasiling UI akan menuntut PDIP untuk segera melakukan pergantian antarwaktu atas Arteria.
[Gambas:Video CNN]
"Enggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu nggak?" kata Arteria sambil membetulkan posisi duduknya.
"Tiap tahun menyampaikan laporan," ujar Emil.
"Mana Prof, saya di DPR, Prof. Nggak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana, Prof sesat, ini namanya sesat," kata Arteria memotong pernyataan Emil dengan menunjuk-tunjuk ke arah Emil.