Topan Hagibis Picu Gelombang Hingga 4 Meter di Indonesia

CNN Indonesia | Sabtu, 12/10/2019 12:42 WIB
Topan Hagibis Picu Gelombang Hingga 4 Meter di Indonesia Ilustrasi topan. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Topan Hagibis yang menghantam daerah selatan Jepang turut berdampak ke Indonesia. Dampaknya yang ditimbulkan adalah gelombang setinggi 1,25 hingga 4 meter yang terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

Potensi gelombang tinggi sampai 4 meter ini diperkirakan terjadi pada 12-13 Oktober 2019.


"Terdapat Typhoon Hagibis 925 hPa di Samudra Pasifik selatan Jepang. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 3-15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-20 knot," demikian pernyataan Bagian Hubungan Masyarakat Biro Hukum dan Organisasi BMKG, dikutip dari keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (12/10).


Berdasarkan catatan dari BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, Laut Jawa bagian timur, perairan selatan Banjarmasin, Selat Lombok bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, perairan barat Sulawesi Selatan, Laut Arafuru bagian timur, dan perairan selatan Merauke.

Selain itu, BMKG juga mencatat ada sejumlah wilayah yang akan dilanda gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,50 meter yaitu Perairan Barat Sabang-Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumba.
[Gambas:Video CNN]

Gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di wilayah Selat Bali-Lombok-Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa Nusa Tenggara, perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan Halmahera barat bagian utara, perairan Morotai pagian utara, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.


"Sedangkan untuk wilayah perairan yang dilanda gelombang setinggi 4.0 meter yaitu Samudera Hindia barat Sumatera hingga Pulau Bali," ujar BMKG.

BMKG mengimbau kepada masyarakat dan para nelayan untuk memerhatikan keselamatan pelayaran saat gelombang tengah berada di titik tertinggi.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (din/ayp)