Terduga teroris yang berinisial AT itu ditangkap bersama rekannya yang berinisial ZAI, Kamis (10/10).
Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Hengky Widjaja mentatakan bahwa AT berada dalam satu grup percakapan di media sosial dengan nama "Menanti Al Mahdi" dan sudah mengetahui niat Abu Rara melakukan amaliyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan bahwa Densus 88 dan tim dari Counter Transnational and Organize Crime (CTOC) Polda Bali saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap AT dan ZAI.
"AT dan ZAI sudah merencanakan apabila sewaktu-waktu ditangkap, merencanakan perlawanan, dan membuang handphone serta laptop ke dalam air," kata Hengky.
Wiranto diserang orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Ia terluka di bagian perut sebelah kiri bawah.
Wiranto lantas dilarikan ke RSUD Berkah, Pandeglang sebelum dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Di Jakarta, Wiranto menjalani operasi selama tiga jam, hingga kemudian dipastikan kondisinya berangsur pulih pada Jumat siang.
Polisi menangkap dua orang yang diduga menyerang Wiranto. Penyerang merupakan pasangan suami istri. Polisi menyebut keduanya terpapar ISIS. Sementara itu BIN mengidentifikasi pelaku merupakan anggota JAD jaringan Bekasi.