Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR Ahmad Riza Patria mengatakan tidak ada pembahasan selain tentang penghidupan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dalam amandemen UUD 1945 sejauh ini.
"Iya, kami tidak akan mengembalikan umpamanya nanti presiden kembali seumur hidup, tidak begitu atau tiga periode, tidak begitu, atau periodisasi DPR jadi enam tahun, tidak begitu, atau presiden jadi delapan tahun, tidak begitu," kata Riza kepada wartawan saat ditemui di salah satu kafe di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (12/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Prabowo Minta Pimpinan MPR Tidak Oligarki |
"Yang baik adalah kebijakan Indonesia itu adalah kebijakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, bukan Presiden terpilih saja," ujarnya.
Berdasarkan dokumen resmi Rancangan Keputusan MPR 2019 tentang Rekomendasi MPR 2014-2019 yang diterima CNNIndonesia.com, salah satu rekomendasi itu adalah mendalami hasil kajian pokok-pokok haluan negara.
Pokok-pokok haluan negara itu nantinya bisa dihidupkan kembali melalui Ketetapan MPR dan amendemen UUD 1945. Dokumen itu menyebut bahwa MPR periode 2014-2019 sudah melakukan kajian terhadap pokok-pokok haluan negara. MPR periode 2019-2024 diharapkan bisa mendalami kembali hasil kajian tersebut.
Lihat juga:Pimpinan MPR Sambangi Kediaman Prabowo |