Hal itu ia sampaikan untuk merespon pertemuan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu.
Jazuli menyatakan sikap PKS itu dilakukan semata-mata ingin menghormati semua partai yang sudah 'berkeringat' memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Jazilul menyatakan PKS ingin memaksimalkan peranan dalam mengawasi pelbagai kebijakan pemerintah melalui parlemen. Lagipula, kata dia, PKS sendiri sudah berada di pemerintahan karena banyak kader yang menjadi kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia
Lebih lanjut, Jazuli tak ambil pusing terkait pertemuan Prabowo dan Jokowi beberapa waktu lalu. Ia memandang komunikasi antar elite politik sangat wajar.
Menurutnya, Prabowo pun tak salah bila pertemuan itu nantinya berujung menjadi keputusan untuk berkoalisi dengan Jokowi. "Sebagai sebuah pilihan politik, PKS menghormati," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Jazuli juga tak menampik bila PKS juga kerap melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya. Hal itu bertujuan semata-mata untuk menjaga silaturahmi kebangsaan.
Ia mengatakan pertemuan atau komunikasi politik yang dijalin tak melulu harus dimaknai sebagai ajang bagi-bagi kekuasaan.
"Kita berharap kalau pimpinan negara dan elit politik bertemu itu bicara gagasan bagaimana mengatasi masalah fundamental bangsa seperti pelambatan ekonomi, hutang yang kian menumpuk, solusi BPJS agar tidak naik, bencana kabut asap agar tidak terulang, mengatasi konflik dan separatisme, serta bicara bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat secara umum," kata dia.
Sebelumnya, Prabowo sempat memenuhi undangan Presiden Joko Widodo untuk bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (11/10).
Jokowi menyebut telah membicarakan tiga hal dengan Prabowo. Pertama masalah ekonomi, kedua pemindahan ibu kota, dan peluang Gerindra bergabung dalam koalisi pemerintah.
Terutama mengenai soal koalisi, Jokowi menyatakan belum ada keputusan akhir. Ia mengaku masih perlu membahas lebih lanjut soal kemungkinan partai besutan Prabowo itu masuk dalam koalisinya.
Lihat juga:Prabowo: Hubungan Saya dengan Jokowi Mesra |