AHY: Wiranto Sempat Komunikasi Langsung dengan SBY

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 16:36 WIB
AHY: Wiranto Sempat Komunikasi Langsung dengan SBY AHY dan Ibas menengok Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/10). (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhono (AHY) mengatakan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkomunikasi langsung dengan Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

"Pak SBY tadi sudah langsung berkomunikasi dengan Pak Wiranto. Tentunya doa yang terbaik untuk beliau dan keluarga," tutur AHY, di lokasi.

Ketika itu, AHY dan adiknya, Ibas Yudhoyono, bersama SBY menengok Wiranto yang masih dirawat di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Subroto.


Ketiganya sempat masuk ke dalam ruangan tersebut dan duduk di samping tempat tidur Menkopolhukam.

Berdasarkan obrolannya dengan dokter yang menangani Wiranto, AHY menyebut kondisi Wiranto memang sudah mulai membaik, namun masih butuh waktu pemulihan.

[Gambas:Video CNN]
"Tadi memang dokter sudah menjelaskan progress-nya ada semakin baik. Tapi tentunya juga masih membutuhkan waktu agar beliau benar-benar bisa kembali seperti sedia kala," jelas AHY.

Agus dan Ibas terlihat di lobi Paviliun Kartika usai menengok Wiranto pada pukul 15.00 WIB. SBY tak ikut serta mendampingi kedua anaknya itu ketika berbicara dengan wartawan.

Sebelumnya, Wiranto diserang pasangan yang diklaim polisi terpapar ideologi radikal saat mengunjungi peresmian gedung baru Mathla'ul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (11/10).

Wiranto kemudian dibawa ke RSUD Pandeglang sebelum akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. Mantan Panglima ABRI itu disebut mengalami luka tusuk di perut dan sempat menjalani operasi.

Menanggapi penyerangan terhadap Wiranto ini, AHY mengingatkan agar tidak ada anarkisme maupun kekerasan dalam menghadapi perbedaan.

"Jangan sampai berbeda paham pendapat dan gagasan itu diekspresikan secara anarkis dan dalam wujud kekerasan. Apalagi yang membahayakan jiwa seseseorang," tutur AHY.

(fey/arh)