La Nyalla soal Wiranto: Mana Ada yang Mau Disetting Ditikam?

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 12/10/2019 19:59 WIB
La Nyalla soal Wiranto: Mana Ada yang Mau Disetting Ditikam? Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti memastikan penusukan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto bukanlah sebuah rekayasa. La Nyalla menepis segala tudingan yang menyebut penusukan Wiranto bagian dari settingan atau rekayasa.

"Mana ada orang mau di-setting untuk ditikam apalagi beliau kan pejabat tinggi, saya lihat hasil operasinya 47 centimeter ususnya dipotong, baru disambung kembali," kata Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti usai membesuk Wiranto, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (12/10) dilansir dari Antara.

Menurut dia anggapan rekayasa oleh sejumlah kalangan itu tidak masuk akal. Buktinya, kata da, sampai hari ketiga pascapenusukan Wiranto masih terbaring mendapatkan perawatan.


"Kita doakan beliau cepat sembuh dan kembali ke tengah-tengah kita," katanya.
Melihat kejadian tersebut, La Nyalla, menilai pihak terkait perlu meningkatkan keamanan bagi pejabat negara lainnya.

"Saya rasa cukup penting melihat kejadian ini, dan itu bisa terjadi bukan hanya kepada pak Wiranto, bisa juga terjadi pada diri saya dan yang lainnya," ujar La Nyalla.

Sebelumnya, insiden penusukan yang menimpa mantan Panglima ABRI itu justru banyak dianggap drama bohong bahkan settingan yang disuguhkan pemerintah demi pengalihan isu.

Di media sosial, berbagai komentar bernada tidak percaya atas insiden yang menimpa Wiranto juga sudah 'makan korban'.
Setidaknya tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara dicopot dari jabatan menyusul komentar para istri yang bernada nyinyir soal penusukan terhadap Wiranto.

Dari ranah Twitter, Jerinx Superman Is Dead (SID), dan putri politikus Amien Rais, Hanum Rais, juga dipolisikan akibat komentar senada.

"Settingan agar dana deradikalisme terus mengucur. Dia caper karena tidak akan dipakai lagi, playing victim mudah dibaca sebagai plot. Di atas sebagai opini yang beredar atas berita hits siang ini. Tidak bangak yang benar-benar serius menanggapi, mungkin karena terlalu banyak hoaks framing yang selama ini terjadi," ini adalah cuitan yang dibagikan Hanum di akun twitter pribadinya, @hanumrais tak berapa lama setelah Wiranto ditusuk orang tak dikenal.

(ain)