Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com di situs elhkpn.kpk.go.id, Dzulmi Eldin tercatat memiliki harta mencapai Rp20,4 miliar. Kekayaan itu merupakan data yang dilaporkan pada 15 Maret 2019.
Secara rinci harta Eldin terdiri atas harta tak bergerak berupa 14 bidang tanah dan bangunan di Kota Medan, Deli Serdang, dan Jakarta Selatan. Nilai totalnya mencapai Rp11.581.954.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dzulmi Eldin juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp4.961.516.000. Selain itu, ia memiliki Kas dan Setara Kas senilai Rp3.663.296.565.
Dzulmi Eldin adalah Wali Kota Medan periode 2016-2021. Ia memenangkan Pilwakot Medan 2015 bersama Akhyar Nasution. Dzulmi mengikuti kontes pilwako itu sebagai petahana.
Sebelum Pilwakot Medan 2015, Dzulmi naik ke puncak kepemimpinan daerah setelah Wali Kota Rahudman Harahap terjerat kasus korupsi. Keduanya menjadi pasangan kepala daerah setelah memenangi Pilwakot Medan 2010 di mana Dzulmi menjadi calon wakil wali kota.
Mengutip dari laman profil pada situs resmi Pemkot Medan, Dzulmi pun tercatat pernah menjadi Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan dan Asisten Umum Pemerintahan Kota Medan.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, segel KPK sudah terpasang di depan pintu Kantor Wali Kota Medan yang berada di Jalan Kapten Maulana Lubis tersebut. Sejumlah pintu akses menuju ruangan Wali Kota Medan dikunci, lampu sorot juga juga dimatikan. Hingga siang, tidak ada aktivitas yang berlangsung di sana.
Selain itu, sejumlah pintu menuju ruangan kerja Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan juga tertutup. Ruangan itu tampak gelap gulita tanpa adanya aktivitas. Bahkan, pintu kaca pertama dipalang dengan sapu dan dijaga seorang petugas Satpol PP agar tidak ada yang masuk ke sana.
Salah satu sudut kantor Wali Kota Medan yang disegel KPK. (CNN Indonesia/ Farida) |
Salah satu sudut kantor Wali Kota Medan yang disegel KPK. (CNN Indonesia/ Farida)