Koordinator lapangan gerakan, Abdul Hadi Nur, mengatakan mereka akan melakukan aksi doa bersama, istigasah serta selawat sebagai bentuk dukungan terhadap hakim, agar memberikan vonis yang setimpal terhadap Gus Nur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hanya dengan cara damai, dengan cara santri, dengan cara bagus. Kita akan berdoa bersama. Doa bersama ini akan ada istigasah, ada selawatan, yang baik-baik untuk menunjang situasi dan kondisi (tetap aman)," katanya.
"Kita kan untuk menghalau agar tidak berbuat dipancing, hal-hal yang tidak diinginkan. Kita ada posisi terkoordinir supaya berjalan dengan baik. Bersama keamanan, bersama semua," kata dia.
Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Sigit Sutryono menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga keamanan jalannya sidang.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun kejaksaan terkait pengamanan sidang itu. Sama seperti sidang-sidang sebelumnya yang memerlukan pengamanan ekstra," katanya, Rabu (16/10) malam.
[Gambas:Video CNN]
Sigit juga mengaku dirinya tak mempermasalahkan rencana para santri yang bakal menggelar doa bersama di depan Pengadilan Negeri Surabaya, saat pagi, hingga sidang berlangsung.
"Karena siapa saja harus menghormati putusan hakim. Karena putusan hakim itu juga ikhtiar yang paling baik dan adil dari hakim sendiri," kata Sigit. (frd/wis)