Dishub DKI Pastikan Bus Zhong Tong Layak Beroperasi

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 16:42 WIB
Dishub DKI Pastikan Bus Zhong Tong Layak Beroperasi Bus Transjakarta bermerek Zhong Tong beroperasi di jalur Blok M Kota (Koridor 1). Jakarta, Rabu, Agustus 2015 silam. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan bus Transjakarta merek Zhong Tong aman dan layak untuk beroperasi kembali.

Ramai diperbincangkan sebelumnya, bus merek China itu sempat diberhentikan operasinya saat masa kepemimpinan gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok mengambil keputusan itu lantaran bus Zhong Tong kerap terbakar dan menjadi objek korupsi.

Bus Zhong Tong kemudian mulai beroperasi kembali pada Jumat (11/10) lalu untuk memenuhi kebutuhan pelayanan transportasi yang bertambah.


"Sudah, mereka sudah mendapatkan uji tipe ya," kata Syafrin kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Kamis (17/10).

"Makanya dia bisa beroperasi, begitu," tambah dia.
Syafrin menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), kendaraan yang bisa beroperasi mesti lolos uji tipe oleh Kementerian Perhubungan.

Uji tipe itu terdiri dari persyaratan aspek administratif dan teknis. Setelah aspek teknis terpenuhi, secara administratif surat tanda nomor kendaraannya harus dipenuhi.

Syafrin kemudian menjelaskan sejumlah syarat teknis uji tipe kendaraan. Menurutnya, juga keamanan sangat penting untuk dijaga. Untuk diketahui pada Maret 2015, bus Zhong Tong pernah terbakar saat melintas di jalan Gatot Subroto. Hal ini disebabkan oleh arus listrik mesin bus yang tidak aman pada saat itu.
[Gambas:Video CNN]

"Iya (termasuk keamanan mesin). Semuanya sudah ada spesifikasinya," tambah dia.

Sebelumnya, saat Ahok masih menjadi gubernur, ia sempat dibuat kesal dan berniat mengganti bus itu.

"Kami akan beli bus baru terus," kata Ahok di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2015 lalu.

Buruknya kualitas bus TransJakarta ini menurut Ahok karena ulah oknum pegawai di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2013. Padahal sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, ia sudah meminta agar bus yang didatangkan produsen bus ternama.

"Tapi mereka (oknum di Pemprov DKI) mainkan. Makanya yg selalu menang bus yang jelek dari Tiongkok," kata Ahok.
(ani/ain)