"Tidak usah turun ke jalan. Mari kita mendoakan pemimpin yang terpilih ini sehat, baik, menyelesaikan seluruh janji-janji yang pernah dijanjikan kepada masyarakat, akhirnya Indonesia kan menang," ungkap Nasaruddin ketika ditemui usai diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (17/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik 100 tahun dipimpin oleh orang yang zalim ketimbang satu hari tanpa pemimpin, itu bisa hukum rimba yang berlaku," pesan dia lagi.
Ia pun menambahkan, pelantikan presiden dan wakil presiden ini adalah puncak pesta demokrasi Indonesia.
"Demokrasi kan untuk memilih orang terbaiknya Indonesia. Nah sekarang kita sudah menyelesaikan semuanya, tidak ada lagi bengkalainya sedikit pun," sambung dia lagi.
Terpilihnya Joko Widodo pun, kata Nasaruddin, menandakan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia memang menginginkan mantan Wali Kota Solo itu menjadi presiden.
Diketahui, jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf polisi menyatakan tak akan menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) aksi unjuk rasa hingga pelantikan Jokowi pada 20 Oktober.
(ika/arh)