Imam Istiqlal Minta Tak Perlu Demo Saat Pelantikan Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 05:25 WIB
Imam Istiqlal Minta Tak Perlu Demo Saat Pelantikan Jokowi Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meminta masyarakat berdoa agar janji-janji Jokowi terlaksana. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyebut tak perlu menggelar demonstrasi saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober. Dia menyarankan masyarakat berdoa agar janji-janjin keduanya terlaksana.

"Tidak usah turun ke jalan. Mari kita mendoakan pemimpin yang terpilih ini sehat, baik, menyelesaikan seluruh janji-janji yang pernah dijanjikan kepada masyarakat, akhirnya Indonesia kan menang," ungkap Nasaruddin ketika ditemui usai diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Masyarakat juga diminta untuk bersyukur karena memiliki pemimpin baru. Ia menyebut langkah-langkah itu demi memelihara ketenangan.


"Kita bersyukur bahwa pemimpin bangsa sudah terpilih, karena dalam falsafah agama Islam mengatakan bahwa sejelek apapun pimpinan itu, lebih baik daripada kosong kepemimpinan," ucap dia.

"Lebih baik 100 tahun dipimpin oleh orang yang zalim ketimbang satu hari tanpa pemimpin, itu bisa hukum rimba yang berlaku," pesan dia lagi.

[Gambas:Video CNN]
Ia pun menambahkan, pelantikan presiden dan wakil presiden ini adalah puncak pesta demokrasi Indonesia.

"Demokrasi kan untuk memilih orang terbaiknya Indonesia. Nah sekarang kita sudah menyelesaikan semuanya, tidak ada lagi bengkalainya sedikit pun," sambung dia lagi.

Terpilihnya Joko Widodo pun, kata Nasaruddin, menandakan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia memang menginginkan mantan Wali Kota Solo itu menjadi presiden.

"Sosok Pak Jokowi sendiri adalah orang yang terbaik secara fakta dipilih oleh masyarakat Indonesia, maka dari itu kita harus terima apa adanya. Mari kita matang menerima hasil pemilihan ini," pungkas Nasaruddin Umar.

Diketahui, jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf polisi menyatakan tak akan menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) aksi unjuk rasa hingga pelantikan Jokowi pada 20 Oktober.

(ika/arh)