PKS Yakin Tak Sendirian Jadi Oposisi Usai Pengumuman Kabinet

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 04:35 WIB
PKS Yakin Tak Sendirian Jadi Oposisi Usai Pengumuman Kabinet Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakin tak akan sendirian menjadi oposisi bagi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sejauh ini hanya PKS yang menyatakan tetap berada di luar koalisi pemerintahan.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan jumlah partai politik di barisan oposisi bisa jadi akan bertambah setelah Jokowi-Ma'ruf selaku presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 mengumumkan nama menteri dalam kabinet mendatang.

"Saya enggak yakin (PKS sendirian). (Setelah) pengumuman 20 atau 21 Oktober nanti boleh jadi ada banyak yang jadi oposisi juga," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (16/10).


Dia berpendapat, kemungkinan bertambahnya jumlah oposisi disebabkan oleh ketidakpuasan sejumlah partai politik dengan kuota kursi menteri yang diberikan Jokowi-Ma'ruf.

"Ketika pengumuman kabinet tidak sesuai dengan harapan. Harapannya tiga, empat, atau lima menteri, ternyata cuma satu atau enggak ada. Karena itu semua hak prerogatif presiden," tutur Mardani.

[Gambas:Video CNN]
Lebih dari itu, Mardani menyampaikan bahwa PKS akan sowan ke Istana untuk bertemu Jokowi, namun setelah pembentukan kabinet rampung. Menurutnya, PKS akan menyampaikan terkait posisi oposisi yang ditempuh terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"PKS tidak dalam posisi ke Istana untuk cawe-cawe. Kalau sudah penetapan jadi presiden, wajar setiap prtai berkomunikasi, tapi tetap pada posisi di luar pemerintahan atau oposisi," ujar Mardani.

Diketahui Jokowi menyatakan telah selesai menyusun kabinet pemerintahan untuk lima tahun ke depan. Namun, Jokowi menyebut masih terbuka untuk mempertimbangkan perubahan susunan kabinet di detik-detik terakhir pengumuman jajaran pembantunya.

Di sisi lain, sejumlah ketua umum partai politik yang berada satu barisan dengan PKS mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 bertemu dengan Jokowi di Istana dalam sepekan terakhir.

Mereka, yakni Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo. Bahkan setelah dari Istana, Prabowo bersafari menemui ketua umum partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf. (mts/osc)