Bantah Krisis Lahan, DKI Sebut Makam Tumpang Kemauan Keluarga

ain, CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 06:26 WIB
Bantah Krisis Lahan, DKI Sebut Makam Tumpang Kemauan Keluarga Ilustrasi Taman Pemakaman Umum di DKI Jakarta. Pemprov DKI membantah ketersediaan lahan yang menipis untuk menampung warga DKI Jakarta yang meninggal dunia. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Perhutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati membantah krisis lahan untuk pemakaman di ibu kota. Menurutnya luas lahan di Jakarta masih aman.

Terkait dengan kabar makam tumpang di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur, Suzi menyebut hal tersebut karena keinginan keluarga. Makam tumpang merupakan makam yang dapat digunakan oleh lebih dari satu jenazah.

"Yang ditumpang itu makam keluarga. Sebenarnya lahan makam kita itu banyak di Tegal Alur di Taman Kusir, masih, lahan baru itu masih banyak, tapi kenapa keluarga itu suka ditumpang 'makam idola' karena seperti rumah," kata Suzi di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/10).


Lebih lanjut, Suzi menyampaikan pihaknya masih akan memperbaiki sejumlah makam. Menurutnya dengan begitu, masyarakat yang tadinya tidak mau menggunakan lahan di makam yang bukan 'idola', bisa beralih ke makam lain yang baru diperbaiki nantinya.

Perbaikan atau revitalisasi sejumlah makam itu nantinya akan sudah selesai pada 2022. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap.

"Jadi ada 17 makam di Jakarta yang nanti, (seperti) Tanah Kusir, sudah ada data yang kita sudah ada desainnya itu seperti taman. Tidak menyeramkan," terang dia.

Selain itu, Suzi juga menjelaskan bahwa pihaknya akan menyediakan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan masyarakat saat melakukan pemakaman. Mulai dari tenda, kursi, hingga pengeras suara. Semuanya, kata dia, disediakan secara gratis.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Suzi, kini Dinas Perhutanan tengah memasang sejumlah spanduk untuk mengarahkan warga Jakarta agar melakukan pemakaman melalui jalur pelayanan pemrpov DKI.

"Di situ orang langsung bayar, langsung dapat izin dan lainnya," kata dia.

Sebelumnya, pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, mulai memberlakukan tumpang jasad dalam satu liang lahat jelang habis masa tampung pada Januari 2020.

"Kondisi lahan untuk pemakaman baru sudah krisis. Untuk pemakaman baru agar ditumpang dengan jasad keluarga sebelumnya," kata Kepala Satuan Pelaksana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Marton Sinaga Kamis (17/10) seperti dilansir Antara. (ani)