Sandi Akui Gerindra Sempat Terbelah, Oposisi atau ke Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 09:51 WIB
Sandi Akui Gerindra Sempat Terbelah, Oposisi atau ke Jokowi Politikus Gerindra Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Gerindra, Sandiaga Uno tak menampik partai yang menaunginya itu sempat terbelah ke dalam dua kubu, yakni kelompok pro oposisi dan yang ingin berkoalisi dengan pemerintahan Joko Widodo.

Sandi berkata perbedaan itu tak sampai meluas karena Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto langsung turun meredamnya. Prabowo menyatukan kembali Gerindra lewat pidatonya dalam acara Rakernas dan Apel Kader di kediamannya, Rabu (16/10).

Pidato Prabowo yang kembali menyolidkan Gerindra, disebut Sandi bercerita tentang tiga politikus dari tiga negara yang merangkul rival politiknya dalam membangun negara. Dan ketiga negara ini mengalami kejayaan luar biasa.


"Pak Prabowo menyampaikan tiga hal dan ini menarik banget sebagai pembelajaran untuk dua kubu di Gerindra ini," kata Sandi di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Kamis (17/10).

Salah satu yang dikisahkan Prabowo adalah persaingan Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln dengan politikus senior William H Seward.

Meski bersaing selama bertahun-tahun, Prabowo dalam pidatonya mengatakan, Lincoln ketika terpilih menjadi presiden, justru menunjuk Seward menjadi menteri luar negeri.
Cerita Sandi soal Pidato Prabowo Solidkan GerindraPolitikus Gerindra Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

"Seward akhirnya nanya, 'loh kamu tahu kan, saya benci banget sama kamu, kenapa kamu menawarkan posisi luar negeri ini kepada saya'," kata Sandi menuturkan kembali pidato Prabowo.

Sandi berkata, dalam pidatonya Prabowo menyebut jawaban Lincoln mampu membuka mata para penasihat dan pendukungnya maupun pendukung Seward. Disebutkan saat itu Lincoln menyatakan meski saling membenci, namun dirinya dan Seward punya satu kesamaan yang tak bisa dibantah, yakni kecintaan luar biasa terhadap Amerika.

Prabowo melanjutkan pidatonya bahwa keputusan Lincoln menggaet Seward juga dilatari motif agar ada sosok yang kritis dalam pemerintahan. 

"Dan karena kecintaan kepada USA dan saya butuh masukan bukan asal bapak senang, bukan orang yang memberikan masukan yang ingin saya dengar," kata Sandi menirukan pidato Prabowo.

Sandi menuturkan dari pidato itu bisa disimpulkan Prabowo memiliki pemikiran bahwa persaingan politik dengan siapapun pada akhirnya tetap harus berpijak pada kepentingan NKRI.

"Saya bisa menyimpulkan pikiran Pak Prabowo bahwa satu yang harus dikedepankan adalah cinta bangsa dan cinta NKRI. Nomor dua, melihat ke depan, jangan lihat ke belakang. Nomor tiga hindari perpecahan," jelas Sandi.

Usai berpidato, kata Sandi, Prabowo menginstruksikan setiap kader yang hadir untuk menegaskan sikap politik Gerindra menghindari perpecahan dan mencintai keutuhan NKRI. Ia menegaskan, arahan itu pun langsung menyatukan dua kubu yang ada di internal Gerindra.

[Gambas:Video CNN]
Sandi sendiri mengaku sempat berada di kubu yang ingin Gerindra menjadi partai penyeimbang atau oposisi terhadap pemerintah. Namun sikap politiknya itu berubah mengikuti instruksi Prabowo.

"Dengan begitu plong dan jelas posisi Gerindra. Jangan spekulasi. Jangan ikut arahan gendang arahan media. Keputusan ada di tangan Presiden. Jadi kita jangan juga membebani presiden. Dia akan ambil keputusan dengan ketenangan jiwa," kata dia. (tst/wis)